Breaking News:

Asyiknya Jalan-jalan ke Wisata Panci di Pasuruan

Wisata alam atau jalan-jalan ke mal mungkin sudah sering dilakukan. Namun bagaimana halnya dengan wisata peralatan rumah tangga?

surya
Pengunjung sedang memilih peralatan dapur di Wisata Panci, yang berlokasi di Jalan Taman Dayu, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/10/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN– Wisata alam atau jalan-jalan ke mal mungkin sudah sering dilakukan. Namun bagaimana  halnya dengan wisata peralatan rumah tangga?

Ya, tidak ada salahnya mengunjungi Wisata Panci yang ada di Jalan Taman Dayu, Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Di lokasi wisata Panci yang berada di komplek Taman Dayu ini, para pengunjung akan dimanjakan dengan beragam peralatan rumah tangga dengan harga miring.

Ada deretan toko-toko tradisional yang menjual aneka ragam peralatan dapur.

Seperti panci, wajan, mangkok, tempat nasi, teko, gelas, piring, sendok, garpu, pisau, alat penggorengan, dan beragam alat dapur lainnya, dengan beragam merk.

Wisata Panci yang dikelola oleh UD Agung Fajar ini menjual tiga kualitas barang, yakni KW1, KW2, dan Barang Sortiran (BS).

"Ada kualitas 1, Kualitas 2, dan BS. Untuk kualitas 1 itu kualitasnya sama dengan yang dijual di toko-toko besar dan mal-mal. Tapi bisa dibandingkan, harganya jauh lebih murah di sini," kata pemilik UD Agung Fajar, Amin Marzuki (44) saat ditemui, Sabtu (18/10/2014) siang.

Ia menuturkan, bila ingin barang dengan kualitas bagus, bisa membeli KW1.

Namun, kata Amin, bukan berarti barang KW2 dan BS tidak bagus.

Barang KW2 dan BS, dijual sangat murah karena memiliki beberapa kekurangan pada cat, atau ada beberapa aksesoris yang hilang.

"Misalnya, untuk teko yang BS, bedanya cuma tidak ada tutup pada bagian depan," terang ayah dua anak ini.

Dua orang pengunjung, Imadudin Zauqi (31) dan Lestia Yuanita, tampak asyik memilih panci di toko yang berada deretan paling depan dari gang Wisata Panci.

"Baru pertama kesini, awalnya karena penasaran setelah dikasih tahu teman-teman kantor," kata Zauqi.

Pria yang bekerja di Kantor Pajak di Malang ini menyebut model tokonya yang masih tradisional, barang-barang yang dijual juga beragam dan menarik.

"Lucu-lucu, bentuknya juga macam-macam. Jadi pingin beli banyak, karena murah," kata pria berkacamata ini.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved