Jumat, 22 Mei 2026

Serbuan Model Asing

Prihatin Pada Dunia Modelling, Ahli Make Up Dirikan Manajemen Model

“Awal-awal latihan dulu, lintasan (catwalk) ini isinya gragal (bebatuan). Kami latihan sampai jatuh-jatuh,” ujar Eddy sambil tersenyum mengingat perju

Tayang:
surya/ahmad zaimul haq
Eddy Rizaldy dan para model MC Model Management usai latihan rutin di Manyar Kartika, Surabaya, Sabtu (15/11/2014). 

“Saya lalu berpikir, kenapa tidak sekalian mengembangkan para model,” ungkap Eddy menceritakan seputar munculnya inspirasi mendirikan MC Model Management.

Keputusan untuk mengembangkan sayap itu kemudian diikuti langkah memperbaiki fasilitas. Lantai lorong yang berupa gragal, ia permak.

Permukaan geragal yang tidak rata ditutupnya dengan ubin. Latihan berjalan menjadi lebih enjoy.

Tidak ada lagi kaki yang terantuk batu geragal hingga membuat modelnya jatuh. Eddy lalu mengontrak satu kamar kos lagi untuk kantor.

Meski masih berlatih di lorong, Eddy bangga. Pria kelahiran Malang itu merasa buah karya dan usaha sudah  terlihat. MC sudah menjadi sekolah model profesional pada 2013.

“Sekarang ada sekitar 40 model profesional yang kami bina,” tuturnya.

Eddy mengaku berani membuat manajemen model sendiri lantaran prihatin pada dunia modeling di Surabaya.  

Dunia model di Kota Pahlawan hanya menampilkan  model itu-itu saja. Tidak jarang Eddy ketika itu harus mendatangkan model dari Jakarta untuk memuaskan klien. (idl)

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved