Selasa, 14 April 2026

Sebelum Meninggal Atlet Karate ini Minta Orangtuanya Mengambil Hadiah Medali Emas

Peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen

Editor: Budi Prasetyo
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Dua jenazah aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) asal Riau, Guntur Siregar dan Ricky Paskalis Butar-Butar dari RSUD Ciawi,Bogor hendak dibawa ke Bandara Soekarno Hatta untuk diterbangkan ke Riau, Sabtu (15/11/2014). 

TRIBUNNEWS.COM.PANGKALAN KERINCI - Atlet karate Kabupaten Pelalawan, Guntur Silo Siregar yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Bogor dimakaman oleh pihak keluarga pada Minggu (16/11/2014) siang.

Peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen di SP VI Desa Makmur, Pangkalan Kerinci. Seluruh sanak saudara dan keluarga serta sahabat almarhum turut mengantarkan Guntur ke peristirahatan terakhirnya.

Upacara pemakaman secara Kristiani dilaksanakan mulai pagi, dengan menggelar ibadah Minggu oleh pihak gereja dan keluarga. Seluruh adik dan kakak Guntur serta kedua orang tuanya mengelilingi jenazah mahasiswa Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu, yang sudah dimasukkan ke peti jenazah.

Selama prosesi pemakaman berlangsung, isak tangis pecah, khususnya dari orangtua dari saudara kandungnya. Dalam tangis ibu dan ayah, Toga Siregar dan Masni Butar-butar, ada pertanda yang sebelumnya ditinggalkan oleh almarhum. Ketika selesai mengikuti Proprov Riau di Rengat, Guntur berpesan kepada orangtuanya untuk mengambil hadiah atas capaiannya meraih medali emas dalam cabang olahraga karate.

"Kami belum sempat mengambil hadiahmu anakku. Kau bilang itu kenang-kenangan sama kami," kata orangtua Guntur dalam tangisnya.

Tetangga Guntur, Ferdinan Manurung mengatakan, selain medali ada hadiah yang diterimanya dalam ajang Porprov Riau atas prestasinya meraih dua medali emas. Sebagai kenang-kenangan kepada orangtuanya dari almarhum. Namun belum diketahui apa hadiah yang dimaksuda dan belum diambil hingga ia mengembuskan nafas terakhir.

"Itu mungkin pertanda yang disampaikan almarhum sebelum berangkat ke Jakarta. Ternyata dia sudah pergi untuk selamanya," kata Ferdinan.

Seluruh pengurus KONI Pelalawan dan Forki turut hadir dalam acara pemakaman. Bahkan, seluruh anggota Forki yang datang menggunakan seragam karate lengkap dengan warna sabuk masing-masing. Mereka berkesempatan mengangkat peti Guntur hingga ke liang lahat. (*)

Tags
Pekanbaru
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved