Kamis, 16 April 2026

Bus Rombongan Study Tour Terbalik, Mahasiswa Malaysia Tewas di Geumpang Aceh

Suasana ceria rombongan study tour mahasiswa Universiti Sains Malaysia (USM) ke Geumpang, Pidie, Aceh, mendadak berubah jadi duka

Editor: Sugiyarto

Sedangkan korban terluka dirawat di RSU Tgk Chik Ditiro, Sigli, Pidie. Dua orang di antaranya bahkan dioperasi.

Kemudian, seluruh mahasiswa USM yang cedera dalam kecelakaan lalu lintas itu kemarin sore dirujuk ke Rumah Sakit Ubudiyah, Banda Aceh.

Ketua Yayasan Ubudiyah, Dedi Zefrizal ST didampingi Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Aceh, Marniati MKes membenarkan bahwa para mahasiswa USM yang terluka dalam lakalantas itu tadi malam menjalani rawat lanjutan di RS Ubudiyah Banda Aceh.

Direncanakan hari ini mereka akan diterbangkan ke Malaysia naik pesawat Fairfly.

Sekretaris Persatuan Pelajar Malaysia (PPM) Aceh, Muhammad Nor Azlan kepada Serambi kemarin mengatakan, ke-24 mahasiswa USM itu berkunjung ke tempat tambangg tradisional di Kecamatan Geumpang, Pidie, untuk melakukan studi serta survei barang tambang berupa material batu emas.

Para mahasiswa Malaysia, menurutnya, sangat berterima kasih atas kepedulian maksimal yang diberikan masyarakat Geumpang dalam menyelenggarakan fardu kifayah terhadap almarmum.

“Kami kagum atas kekompakan dan kerja keras masyarakat Geumpang dan aparat kepolisian yang telah menyelamatkan warga kami,” ujarnya.

Nama ke-24 mahasiswa USM itu adalah Fathin Dalilah binti Supri, Hazirah Hanim binti Zaharuddin, Intan Munirah binti Rosli, Maria Ulfah binti Khider, Mohamada Syahidan bin Shamsudin, Muhammad Izzamir Nabihan bin Majid, Nabilahmahir bin Sufianmahir, Noraini binti Mustapa, Nurhidayah binti Abdul Muthaleb, Nurul Naziehha binti Yacob, Rasyifah Rushda binti Abdul Mutaleb, Shaik Abdul Rahman bin Shaik Abdul Wahab, dan Siti Norhidayu binti Mohamed.

Selanjutnya, Syafawati binti Sulaiman, Syamimi Nadira binti Mohd Nur, Wan Nur Syafiqah binti Hairul Anuar, Wan Nurulaisyah binti Che Wan Dzulkanain, Maclive Wilkinson Anak Agam, Norlia binti Baharun, Kamar Shah bin Ariffin, Hareyani binti Zabidi, Mohd Hazizah bin Mohd Hasim, dan Meor Mohammad Noh bin Abdul Majid.

Menurut Muhammad Rizki Thamrin SE dari PT Jasa Raharja Persero Pidie kemarin, seluruh korban penumpang bus Damri itu, termasuk 24 warga Malaysia, mendapat jaminan melalui PT Jasa Raharja sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964.

“Warga yang meninggal dunia, klaim asuransi dibayar Rp 25 juta, sedangkan yang luka berat Rp 10 juta,” jelas. (c43/dik)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved