Rabu, 8 April 2026

Inikah Namanya Cinta Sejati, Bunuh Diri Bersama Kekasih?

Keduanya diketahui mau kawin namun yang perempuan, Nurhayati tidak punya KTP. Ia kesulitan mengurus surat surat pindah dari dari Manado,

Editor: Sugiyarto
tribun kaltim
Foto semasa hidup sejoli, Nurhayati (20) dan Yudi Hartono (25). Keduanya ditemukan meninggal diduga karena bunuh diri bersama, Selasa (24/3/2015) pagi, gantung diri di pijakan pohon aren. 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Motif atau pemicu tindakan nekat sejoli, Nurhayati (20) dan Yudi Hartono (25), sehingga diduga mengakiri hidup secara mengenaskan, bunuh diri bersama-sama belum ditekahui.

Namun diperkirakan berkaitan dengan kisah asmara.

''Berdasarkan keterangan saksi Ketua RT 23 Pak Samsul dan seorang warga Mustari mengarah ke bunuh diri. Keduanya diketahui mau kawin namun yang perempuan, Nurhayati tidak punya KTP. Ia kesulitan mengurus surat surat pindah dari dari Manado, Sulawesi Utara ke Samarinda,'' kata Kapolsek Samarinda Seberang Komisaris Polisi Hari Widodo kepada TribunKaltim.co.

Hari Melanjutkan tidak ada tanda kekerasan di kedua tubuh korban. ''Ada motor korban Satria F, yang lengkap dengan kuncinya. Tidak jauh sekitar, hanya sekitar 20 meter dari pohon aren lokasi penemuan dua mayat," ujarnya.

Jasad kedua sejoli ditemukan menggantung di pihakan pohon aren di kebun milik Ketua RT Samsul di Jalan Kurnia Makmur RT 23, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur Selasa (24/3/2015).

Gara-Gara Hamili Pacar

Sementara di Kabupaten Probolinggo, Suranten (60) tak menyangka, cucu kesayangannya, ZN (17), telah lebih dahulu meninggalkannya.

Apalagi, cucunya ini meninggal dalam keadaan tragis, menggantung dirinya sendiri.

Rabu sore (16/9/2015), warga Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo masih melihat cucunya masuk ke kamar usai pulang sekolah.

Tak seperti biasanya, cucunya yang sekolah di SMK Taman Siswa Kabupaten Probilinggo ini memang terlihat agak murung.

"Saya kira cucu saya langsung mau tidur. Tapi malah seperti itu," kata Suranten saat menceritakan kesaksiannya kepada Kapolsek Bantaran AKP Sujianto, Kamis (17/9/2015).

Suranten menuturkan meninggalnya ZN pertama kali diketahui teman sekelasnya. Kamis pagi, temannya mendatangi kamar ZN untuk pergi ke sekolah bersama.

Namun, yang dilihat justru pemandangan menyeramkan, ZN tergantung di kuda-kuda atap dengan kain sarung, tak bernyawa.

"Sarungnya itu yang biasa dipakai shalat. Saya tidak tahu kenapa cucu saya melakukan itu" sambung Suranten yang kemudian menangis.

Paman ZN, Muhrowi (45), menambahkan ada dugaan keponakannya bunuh diri lantaran stres diminta pertanggungjawaban karena menghamili teman perempuannya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved