"Saya Menjambret Untuk Mencari Uang dan Itulah Satu-satunya Pekerjaan Saya"
Meskipun telah terbuang sebanyak tiga kali tetapi kenapa tidak kapok, dijawab Rega, hal itu lantaran sudah menjadi mata pencariannya.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Meski telah berulang kali keluar masuk penjara, tampaknya tidak sedikitpun membuat Rega Setiawan (20) menjadi jera.
Malah sebaliknya, usai keluar terakhir kali dari sel tahanan Polsekta Ilir Timur (IT) I Palembang, Kamis (6/11/2014) lalu, kini ia tambah semakin jadi.
Sedikitnya, warga Jalan Mayor Zen Lorong Terusan Rt 12/13 Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang itu, terhitung sejak kejadian tersebut telah mengulangi aksinya menjambret sebanyak 17 kali masing-masing sebanyak sembilan kali di wilayah Kalidoni, empat kali di IT II, dan tiga kali di Kemuning Palembang.
"Sebelumnya, saya sudah terbuang sebanyak tiga kali yakni dua kali di Polsekta IT I dan satu kali di Polsekta Kemuning. Semua itu kasus jambret," jelasnya saat diamankan di Polsekta Kalidoni Palembang, Sabtu (04/4).
Setiap kali beraksi, dikatakan Rega, ia selalu mengajak kawan-kawannya secara bergantian seperti Ahmat, Satria, Wayan, Deden (DPO), dan Dayat (23) yang sudah berhasil diamankan Polsekta Kalidoni terlebih dahulu usai terjatuh saat menjambret terhadap seorang korban istri anggota TNI, Sri Darmiasih di Jalan Mayor Zen persis di depan Halte Pusri Kalidoni, Selasa (24/3) sekitar pukul 14.30.
"Saat itu saya bertugas menjadi joki dan Dayat mengeksekusi. Tapi saat kabur itu kami terjatuh dan saya masih berhasil lari sedangkan Dayat tertangkap," terangnya.
Usai kejadian itu, dikatakan Rega, ia pun langsung bersembunyi ke tempat bibinya yang berada jauh dari keramaian persinya di kawasan Borang. Di sana, ia sembunyi di sebuah rumah panggung yang berada di kawasan hutan dan tidak banyak penduduknya.
"Saya sembunyi karena saat itu saya mau menikah dan setelah tiga hari menikah, akhirnya saya baru ditangkap tadi malam sekitar pukul 02.00 di rumah bibi saya itu," jelasnya.
Setiap kali menjambret, masih diceritakan Rega, ia selalu menggunakan modus mengejar dan memempet yang kemudian langsung menarik barang seperti tas milik para korbannya.
Bahkan tidak segan-segan, terkadang juga menendang para korbannya hingga tersungkur bagi korbannya yang terus mempertahankan tasnya.
"Saya menjambret hanya satu kali menggunakan senjata tajam dan itupun hanya untuk persiapan saja. Tapi baru sati kali itu sudah langsung tertangkap di Polsekta IT I Palembang, selainnya hanya bermodal tangan kosong," katanya.
Saat disinggung meskipun telah terbuang sebanyak tiga kali tetapi kenapa tidak kapok, dijawab Rega, hal itu lantaran sudah menjadi mata pencariannya.
"Saya menjambret untuk mencari uang dan itulah satu-satunya pekerjaan saya," ungkapnya.
Masih dikatakan Rega, ia menjambret sejak berusia 16 tahun hingga sekarang berusia 20 berjalan 21 tahun.
"Sekarang saya sudah punya istri dan saya ada niat untuk tobat. Selain itu saya sekarang juga sudah cacat lantaran kena tembak ini," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tersangka-rega-setiawan_20150405_003452.jpg)