Hari Buruh
3 Fakta Kerusuhan saat May Day di Bandung: 150 Orang Berbaju Hitam, Dibekali Molotov
Pada sore hari menjelang malam terlihat ada 150-an massa tidak dikenal dengan ciri-ciri berpakaian hitam, dan menutup muka
Ringkasan Berita:
- Polisi menyebut kelompok perusuh di Bandung tidak termasuk agenda buruh saat peringatan May Day.
- Sekitar 150 massa berpakaian hitam merusak fasilitas, membakar pos polisi, videotron, dan kios.
- Polisi mengamankan pelaku, menyelidiki motif, serta memastikan situasi kembali kondusif dengan pengawasan berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Polisi mengatakan kelompok yang membuat kerusahan di Jalan simpang Tamansari-Cikapayang, Kota Bandung, Jawa Barat tidak ada dalam daftar kegiatan buruh.
Kerusahan tersebut terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026) malam.
Dalam aksinya sejumlah massa nekat membakar pos polisi, videotron, dan kios yang jaraknya berdekatan hingga akhirnya kobaran api dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Bandung dengan menurunkan tiga unit pemadam.
Berjumlah 150 Orang
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, pada sore hari menjelang malam terlihat ada 150-an massa tidak dikenal dengan ciri-ciri berpakaian hitam, dan menutup muka yang melakukan aksi tersebut.
"Tentunya menutup muka ini berusaha untuk menghindar supaya tidak diketahui identitas yang kemudian membawa bahan bakar," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (1/5/2026) malam.
Rudi mengatakan, dalam aksi tersebut kelompok tersebut membawa bom molotov.
"Kemudian benda-benda keras lainnya, karena tadi melakukan pengerusakan traffic light, lampu lalu lintas, dan tempat-tempat, sarana-sarana lainnya, itu dilakukan oleh mereka," kata Rudi.
Dalam aksi kerusuhan tersebut, kata Rudi, mereka merusak videotron dan pos polisi. Bahkan, sejumlah massa juga melakukan sweeping, sehingga dia menduga aksi itu jelas mereka lakukan dengan adanya persiapan.
"Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat, masyarakat Bandung ini harus dilindungi oleh kami," ucapnya.
Dengan adanya kejadian ini, kata dia, polisi, Kodam III Siliwangi dan pemerintah daerah hadir memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan rasa nyaman bagi masyarakat.
"Ini sesuatu keadaan yang tidak kita kehendaki tentunya. Kami sebagaimana tadi saya sampaikan bersama seluruh jajaran mempersiapkan diri dibantu oleh teman-teman dari Kodam I.
Selama aksi berlangsung, pihaknya telah melakukan penjagaan, pengamanan, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat, buruh, dan mahasiswa yang melaporkan atau melakukan pemberitahuan melakukan perayaan, baik itu orasi, penyampaian pendapat, dan kegiatan lainnya.
Sempat Sweeping
Kapolda menambahkan, kelompok hitam-hitam ini terus bergerak dan petugas terus mengikutinya untuk mengimbau mereka membubarkan diri.
Tetapi, kata Rudi, mereka tak mendengarkan imbauan itu, yang bahkan terus merusak fasilitas umum sehingga merugikan pemerintah dan masyarakat.
"Bahaya sekali apa yang dilakukan mereka ini sampai merazia masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini kelompok kriminal," katanya.
Baca juga: Kerusuhan May Day di Bandung, Massa Diduga Anarko Bakar Fasilitas Umum