Minggu, 7 Juni 2026

Tolak Bala, Sang Hyang Janger Mebor-bor Menari di Atas Bara Api

Disambut dengan teriakan-teriakan sejumlah pemangku dan penari janger yang kesurupan, mereka menari, menerjang, menendang, menginjak bara

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang penari kerauhan dalam pementasan Sanghyang Janger Meborbor oleh Sekaa Janger Subak Abian Merta Sari Suka Jiwa, Banjar Yang Api, Tembuku, Kabupaten Bangli, di Art Centre, Denpasar, Minggu (26/7/2015) malam. 

Menurutnya tarian awalan ini merupakan tarian untuk membersihkan area pementasan sebelum mementaskan tari Janger Mebor-bor tersebut.

“Tarian pertama itu adalah untuk membersihkan dan mensucikan panggung yang dipergunakan sebagai area pementasan. Setelah itu baru dilaksanakan tari Janger sakral itu,” jelasnya.

Selain itu fungsi dari tarian sakral ini juga sebagai tarian penolak bala.

Hingga saat ini tarian tersebut dapat dipentaskan oleh seseorang yang meminta untuk pentas di tempatnya.

Jika ada sanak keluarga yang sakit dan tarian ini dipentaskan, maka penyakitnya akan musnah dan hilang.

“Biasanya kita pentaskan pada piodalan-piodalan di pura, selain itu ada juga pementasan untuk menolak bala” ungkap Rendah Setiawan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Tags
Denpasar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved