Di Banyuwangi Ada Tuhan, Kalau di Palembang Ada Saiton, Pria yang Rajin Beribadah
seseorang bernama 'Saiton' menggegerkan dunia maya belakangan ini ternyata merupakan pribadi intelektual dan saleh
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Ketika kita mendengar nama 'Saiton' tentu yang terbersit di benak adalah sosok jahat dan menyeramkan. Saiton merupakan warga Lebong Siarang, Sukajaya, Palembang, Sumatera Selatan.
Namun berbeda dengan Saiton yang menyeramkan tersebut, seseorang bernama 'Saiton' menggegerkan dunia maya belakangan ini ternyata merupakan pribadi intelektual dan saleh.
Saiton mengatakan, meski nama yang diberikan oleh orangtuanya menyeramkan dan terkesan jahat, akan tetapi sifat tidak boleh ditiru.
"Nama boleh seram, namun sifat janganlah seperti itu," ujarnya setengah bercanda.
Ketika adzan Dzuhur berkumandang, Saiton pun langsung bergegas menuju musalah di SMK Bimtek.
"Nanti ya, saya salat dulu ya," katanya.
Tuhan
Tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, ini mendadak tersohor dan banyak diperbincangkan karena bernama Tuhan.
Ayah dua anak itu mengaku tidak mengetahui alasan bapak dan ibunya memberikan nama Tuhan kepada dirinya.
"Bapak dan ibu saya sudah meninggal. Nama kakak-kakak saya juga seperti orang kebanyakan," ujar Tuhan ketika ditemui, Jumat (21/8/2015).
Dia juga mengaku bahwa selama ini dirinya tidak merasa aneh dengan nama yang disandangnya.
"Hanya, beberapa minggu terakhir ini, banyak yang tanya nama saya yang sebenarnya. Mereka tidak percaya nama saya Tuhan. Ya sudah, saya kasih (lihat) KTP saya saja," ungkapnya.
Lelaki kelahiran 30 Juni 1973 itu menjelaskan, sebagian besar tetangganya menyebutnya "Toha".
Tuhan merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiyah. Saudara-saudaranya bernama Juni, Aisyah, Halifah, Ainan, Nasiah, dan Isroli.
"Saya asli Desa Kluncing sini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sim-milik-saiton_20150827_155306.jpg)