Breaking News:

Harga Batu Akik Terjun Bebas, Batu Bacan Rp 10 Juta, Dijual Laku Rp 200 Ribu

"Harga belinya mahal namun saat dijual merosot sekali, masih mending beli emas saja," jelasnya.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Ilustrasi batu bacan. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -  Pamor batu akik yang dulu melambung naik, kini tak lagi seperti dulu.

Bahkan, sejumlah pedagang yang dulunya sempat meraup rejeki diusaha jual beli batu, sekarang mulai beralih ke usaha lain yang lebih menjanjikan.

Salah seorang pedagang batu akik di kawasan Cinde Palembang, Zainal mengatakan, pamor batu akik tak lagi seksi sejak Ramadan lalu.

"Penurunan sih sudah terlihat dari akhir Ramadan hingga sekarang, malah banyak yang jual batu akik mereka daripada membeli," jelasnya, Rabu (9/9/2015).

Zainal mengatakan, Hal tersebut mungkin terjadi karena sudah banyak orang yang memilikinya.

Selain itu, batu akik menjadi turun pamor karena adanya perbedaan harga yang sangat jauh antara batu yang tergolong batu mulia, dengan batu-batu yang tergolong batu biasa.

"Sebagai contohnya adalah jenis batu bacan dan pancawarna yang harganya ratusan kali lipat dari batu lainnya."

"Faktor lain adalah nilai jual yang bisa turun hingga 50 persen bahkan lebih dari harga belinya," ujarnya.

Amin misalnya, yang saat ditemui tengah menjual batu akik jenis bacan miliknya di Toko Melati milik Ifan di kawasan Pasar Cinde.

"Harga jualnya sangat jauh merosot, saya belinya hampir Rp 10 juta, eh pas dijual dibeli pedagang Rp 200 ribu doang," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved