Sebelum Robohkan Rumah, Warga Lihat Awan Hitam Berpetir Disertai Angin Kencang
Awan hitam tersebut membawa petir, dan hujan lebat disertai angin kencang membuat atap rumah warga di Kelurahan Penyengat Rendah mengalami kerusakan.
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Menurut keterangan sejumlah saksi mata, deti-detik sebelum angin kencang memorak porandakan rumah warga, sempat terlihat awan hitam pekat disertai anginkencang bergerak dari arah hulu menuju hilir sungai Batanghari.
Awan hitam tersebut membawa petir, dan hujan lebat disertai angin kencang membuat atap rumah warga di Kelurahan Penyengat Rendah mengalami kerusakan.
Awan hitam tersebut bergerak secara perlahan dan merongrong atap dan dinding rumah.
Kondisi ini membuat sebagian warga berlari keluar rumah dalam situasi hujan lebat.
"Awalnya nampak awan hitam dari sana (hulu) pekat, rumah serasa begoyang. Orang belati keluar rumah karna takut rubuh. Kami tetap dirumah karna anak nangis," kata Rts Jumiati, salah seorang warga.
Hampir setengah jam angin kencang berhembus membuat puluhan rumah di Rt 05 hingga Rt 08 kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi rusak.
Sebagian ada yang rusak parah, namun ada juga yang hanya beberapa genteng yang berjatuhan.
Angin juga menyebabkan sejumlah pohon ditepi sungai dan depan rumah warga rusak.
Listrik sempat padam akibat dahan pohon yang patah menimpa kabel listrik. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (28/11/2015).
Tak lama setelah pihak BMKG Sultan Thaha Jambi mengeluarkan warning terkait adanya potensi cuaca ekstrim di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Hingga Jumat sore, sejumlah warga madih terlihat melakukan perbaikan bagian rumah yang rusak.
"Rumah kami di bagian belakang rusak parah sampe kekamar. Adek terpaksa saya suruh ngungsi dulu kerumah sebelah, karena kasian dia punya anak kecil," kata Nyimas Mariah.
"Kami belari keluar rumah, atap seng sudang beserakan dijalan," sambungnya.
Belum diketahui jumlah pasti berapa rumah yang rusak. Namun, menurut warga hingga jumat sore belum ada pendataan dari pihak pemerintah kota Jambi.
"Kalau dihitung dari rt 05 sampai rt 08 puluhan lah. Ini belum ada dari orang dinas turun. Maunya kalau bisa yang dak mampu ada bantuan," kata Nyimas Mariah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/puting-beliung_20151129_153721.jpg)