Kamis, 9 April 2026

Diduga Ingin Gabung ISIS, 4 Warga Singkawang Dicegat di Bandara Soekarno Hatta

Ia heran jika abangnya disebut-disebut akan bergabung dengan ISIS.

Penulis: Novi Saputra
Editor: Wahid Nurdin
TRIBUN PONTIANAK/NOVI SAPUTRA
Kepala Sekolah SMKN 1 Singkawang, Najimi memperlihatlan surat pengunduran diri yang dilakukan YMR. YMR diduga ikut diamankan di Cengkareng saat akan berangkat menuju Suriah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Novi Saputra

TRIBUNNEWS. COM, SINGKAWANG  -  Lima dari 14 nama WNI yang hendak berangkat ke Suriah melalui bandara Soekarno Hatta disebut-sebut berasal dari Singkawang. 14 WNI ini dicegah berangkat ke luar negeri.

Adapun nama-nama warga Singkawang yang dicegah berangkat tersebut antara lain Rosnazizi Khairoman Moksin, Safitri Arfan Umran, Murdifin dan AZR dan AZ, dua nama terakhir masih anak-anak. Rosnazizi dan Safitria dalah suami istri.

Adik kandung dari Rosnazizi, Amron atau Imron (28) mengaku abang serta kakak iparnya ini telah meninggkalkan kota Singkawang sejak dua tahun silam. Kata dia Abangnya ini membuka bengkel di Bekasi. “ Desember kemarin dia sempat ke Singkawang ,” kata Amron Senin (14/3/2016)

Ia mengaku tidak mengetahui kabar pencegahan keberangkatan yang dialami oleh abangnya. Di matanya abangnya memiliki perilaku yang wajar dan tidak macam-macam. Ia heran jika abangnya disebut-disebut akan bergabung dengan ISIS.

“ Seperti biasa, kalau jam Salat ya Salat tidak ada aneh-aneh ,” kata Amron

Amron menuturkan, pada bulan lalu komunikasi ia dan abangnya terakhir dilakukan, bukan terkait agama atau keinginan untuk berperang ke Negara teluk sana tetapi membahas modifikasi sepeda motor, sebab tidak hanya Rosnazizi, Amron juga membuka usaha bengkel di Jl Ratu Sepudak Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara

“ Biasalah bahas Tune Up sepedamotor, tidak bicara yang aneh-aneh tentang agama ,” katanya.

Amron menuturkan usaha bengkel yang ia lakoni sekarang tidak ada kaitannya dengan usaha bengkel abangnya.

Sejumlah tetangga di Sungai Bulan mengakui jika beberapa tahun silam, usaha bengkel yang kini tempatnya ditempati oleh Amron dulunya adalah bengkel sekalgus kediaman Rosnazizi dan keluarga.

“ Kami tahunya bengkel Rossi, tapi beberapa tahun lalu dia pindah, sempat kosong kemudian adiknya buka bengkel disitu ,” kata Septi

Septi menuturkan, tidak berapa lama sebelum Rosnazizi pindah, ia dan keluarga terlihat jauh lebih mendalami agama, tidak jarang warga yang tidak Salat ia datangi dan tegur. “ Saya kira itu hal yang baik lah, mengingatkan orang ,” katanya seraya mengaku tahu kabar mantan tetangganya ini diamankan di Cengkareng melalui media televisi.

Sementara Kasiwasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Jose Rizal menuturkan memang terdapat sejumlah paspor yang diterbitkan atas nama warga yang dicegah keberangkatannya, antara lain dibuat oleh Rosnazizi Khairoman Moksin, Safitri Arfan Umran, Murdifin dan AZR.

 "Sedangkan untuk AZ, ketika kita cari datanya di sistem kita tidak ketemu," katanya

Menurut Jose saat itu alasan mereka melakukan pengurusan paspor adalah untuk kepentingan umroh. Mereka melakukan mengurusan paspor pada tanggal 15 Februari 2015.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved