Breaking News:

Meubeler, AC dan Peralatan Olahraga di Wisma Atlet Hambalang Terancam Rusak

Setelah dari gedung berlantai 4 itu, Jokowi berjalan kaki agak menurun meninjau gedung lainnya.

Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo ditemani Menpora Imam Nahrawi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Jubier Presiden Johan Budi memeriksa bangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor yang mangkrak, Jumat (18/3/2016). Sejak tahun 2012 pembangunan kawasan ini terhenti karena masalah tanah yang ambles. (Warta Kota/alex suban) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampak serius memperhatikan kondisi bangunan wisma atlet yang pembangunannya terhenti di Kampung Hambalang, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat (18/3/2016).

Beberapa kali dahinya mengkerut dan kedua alisnya terangkat. Jokowi geleng-geleng saat ditanya lagi apa tujuannya datang ke Hambalang.

Kemarin, Jokowi berada di lokasi wisma atlet didampingi Menpora, Imam Nahrawi, juru bicara kepresidenan Johan Budi dan Menteri PU.

Begitu datang, Presiden langsung melihat bangunan terdekat dari beberapa bangunan yang ada, yaitu gedung berlantai 4 yang prosesnya baru sekitar 30 persen.

Saat pemerintahan SBY, lokasi Wisma Atlet sedianya akan dibangun Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bogor. Namun mangkrak setelah diketahui ternyata proyek senilai Rp 2,5 triliun itu dikorupsi ramai-ramai.

"Jadi Bapak Menpora seminggu lalu sudah ke sini. Dua hari yang lalu melaporkan kondisi di lapangan. Saya mengecek langsung dan melihat kondisi riil seperti apa. Karena apapun, ini sudah menghabiskan biaya triliunan yang perlu keputusan," kata Jokowi, kepada Wartawan.

"Apakah dilanjutkan seperti sekolah olahraga, atau diubah jadi wisma atlet misalnya, atau diubah menjadi pelatnas, rusunawa atau pelatnas. Karena ini sayang, sudah menghabiskan biaya. Atau pilihan kedua dibiarkan seperti ini. Yang penting adalah penyelamatan aset negara. Kalau dibiarkan akan kehilangan aset dan dana anggaran itu," lanjut Jokowi.

Lokasi proyek ini berada di wilayah kemiringan yang cukup tinggi. Selain itu, kondisi bangunan, seperti bangunan yang direncanakan difungsikan sebagai gedung serbaguna juga dalam kondisi yang lapuk.

"Struktur bangunan juga harus dilihat lagi, harusnya besinya gede tahunya kecil, misalnya pondasi yang harusnya tiga meter tahunya hanya satu meter, harus ada pengecekan semua secara total," katanya.

Selain tanah dan bangunan, Jokowi juga meninjau bangunan yang sudah terlihat jadi.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved