Duh, Gapura Bentar Berusia 96 Tahun Dibiarkan Keropos

Perlu uluran tangan pemerhati bangunan kuno dan bersejarah agar gapura tersebut bisa terus menjadi bahan sejarah dan pendidikan bagi generasi penerus.

Editor: Wahid Nurdin
surya/sugiyono
Gapura Bentar di area Makam Sunan Giri terlihat tak terawat, Senin (20/3/2016). 

Laporan wartawan Surya, Sugiyono

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK  –  Gapura Bentar di pintu masuk Makam Sunan Giri termasuk bangunan bersejarah. Tapi, sekarang dibiarkan rapuh dan keropos dimakan waktu.

Perlu uluran tangan pemerhati bangunan kuno dan bersejarah agar gapura tersebut bisa terus menjadi bahan sejarah dan pendidikan bagi generasi penerus.

Dari pantauan Surya.co.id, Gapura Bentar tersebut berada tidak jauh dari Makam Sunan Giri, sekitar 100 meter dari makam.

Setiap pengunjung makam Sunan Giri yang melalui jalur bawah atau jalan utama, tidak jalur samping menuju Makam Sunan Giri, pasti pengunjung akan melewati gapura itu.

Catatan di lembaga masyarakat pecinta sejarah dan budaya Gresik (Mataseger), Gapura Bentar tersebut diperkirakan berdiri sejak 1920, sehingga sampai sekarang ini hampir satu abad.

Padahal, area gapura tersebut merupakan bangunan bersejarah yang harus dijaga dan dirawat, tidak dibiarkan mangkrak dan keropos.

“Seluruh bangunan di Sunan Giri dan Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim seharusnya menjadi tanggung jawab Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan sehingga tidak sampai rusak. Mataseger sendiri sudah menyampaikan ke Dinas Kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga, tapi belum ada tindakan jelas untuk merawat bangunan kuno di sekitar Makam Sunan Giri,” kata Rahmat Basuki, anggota Lembaga Mataseger, Minggu (20/3/2016).

Batu-batu kuno yang disusun menjadi Gapura Bentar tersebut seharusnya dijaga dan dirawat seperti Candi Borobudur, yang sampai sekarang masih kuat, kokoh berdiri dan menjadi salah satu keajaiban dunia.

Batu Gapura Bentar sudah terlihat ada yang ambrol. Dikhawatirkan tidak lama lagi akan roboh tidak ada lagi riwayat dan sejarahnya.

Padahal, kalau masuk dalam zona, Gapura Bentar tersebut masuk area bersejarah.

Termasuk patung naga yang sekarang ini sudah terpotong-potong dan berserakan di sekitar tangga akibat tidak dilindungi.

Ukiran dan ornamen yang menempel di Gapura Bentar dan Patung Naga sudah tidak kelihatan lagi akibat protol dan sentuhan-sentuhan tangan pengunjung Makam Sunan Giri.

Bahkan, patung Naga Giri sudah disangga dengan batu bangunan agar tidak ambrol.

“Gapura Bentar dan Naga Giri kondisinya tidak terawat akhirnya yaris roboh,” imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kris Adjie AW bahwa secepatnya berkunjung ke lokasi untuk kembali melihat langsung.

“Kita agendakan untuk melihat langsung ke lokasi, sehingga bisa melihat langsung kerusakannya,” kata Kris Adjie, Ketua Yayasan Mataseger.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Gresik Siswadi Aprilianto, mengatakan bahwa kondisi Gapura Bentar dan Patung Naga di sekitar Makam Sunan Giri sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, tapi belum dianggarkan.

“Sudah dilaporkan tapi belum dianggarkan perbaikannya,” kata Siswadi Aprilianto.(*)

Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved