UPDATE Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak: 13 Potongan Tubuh Ditemukan, Belasan Korban Terluka
Senin (1/6/2026) sore petugas menemukan 13 potongan tubuh manusia korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Bima Papua.
Ringkasan Berita:
- Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Bima Papua yang belum ditemukan.
- Hasilnya, Senin (1/6/2026) sore petugas menemukan 13 bagian tubuh (potongan tubuh) manusia.
- Operasi pencarian korban kini fokus ke area ring dua, yang meliputi wilayah perairan dan kawasan pantai di sekitar titik ledakan.
TRIBUNNEWS.COM, BIAK – Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Bima Papua yang belum ditemukan.
Hasilnya, Senin (1/6/2026) sore petugas menemukan 13 bagian tubuh (potongan tubuh) manusia.
"Hari ini, dengan dibantu penuh oleh personel Basarnas, kami menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh korban di area ring dua," ujar Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan saat menggelar konferensi pers di Posko Basarnas Biak, Senin malam.
Baca juga: 5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Papua: Videonya Viral, 5 Orang Tewas, dan Rumah Hancur
Kapolres didampingi Penjabat (Pj) Sekda Biak Numfor beserta jajaran unsur komando gabungan TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan Basarnas.
Pasca-evakuasi, Basarnas langsung menyerahkan seluruh potongan tubuh yang ditemukan tersebut kepada pihak kepolisian untuk dibawa ke RSUD Biak guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, insiden ledakan bom di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) ini, tercatat 5 korban meninggal dunia.
Kelima jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota.
Seluruh korban dimakamkan dalam satu liang lahad.
Tim penyelamat masih terus berjuang mencari tiga korban lain yang dilaporkan masih hilang.
Baca juga: 5 Korban Ledakan Bom Perang Dunia II Masih Satu Keluarga, akan Dimakamkan Dalam Satu Liang Lahad
Kelima korban meninggal adalah:
- Moris Raubaba (24), pekerjaan nelayan yang merupakan warga Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
- Delfin Raubaba (41), nelayan, tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
- Karmila Ayorbaba (25), ibu rumah tangga, tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
- Isrel Raubaba (5 tahun), seorang anak, tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
- Isra Raubaba (7 tahun), pelajar, tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Sedangkan korban yang belum ditemukan ada tiga orang, yakni:
- Yulianus Raubaba (26 tahun), nelayan, tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
- Anes Marandof (27 tahun), nelayan yang tinggal di Kampung Kinmom Distrik Samofa
- Lay Madura (45 tahun), nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi.
Fokus Area Ring 2
Operasi pencarian korban kini fokus ke area ring dua, yang meliputi wilayah perairan dan kawasan pantai di sekitar titik ledakan.
Langkah ini diambil lantaran area ring satu--pusat ledakan utama--dinilai masih sangat fluktuatif dan berpotensi membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat sipil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Korban-Ledakan-Bom-Perang-Dunia-II_4.jpg)