Umat Muslim Iringi Prosesi Jalan Salib Dapat Pujian Netizen Manado

Perbedaan itu indah. Sebuah foto di Magelang menunjukkan kerukunan umat Muslim yang menabuh rebana mengiringi prosesi Jalan Salib.

Umat Muslim Iringi Prosesi Jalan Salib Dapat Pujian Netizen Manado
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Umat Katolik menampilkan teatrikal prosesi jalan salib perayaan Jumat Agung di Gereja Santo Matius Penginjil Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (25/3/2016). Prosesi tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Paskah tersebut menggambarkan peristiwa yang dialami Yesus menjelang dan saat penyaliban di Bukit Golgota. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Fransiska Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejak Jumat (25/3/2016) hingga Minggu (27/3/2016), umat Nasrani di seluruh dunia kembali memperingati rangkaian peringatan Jumat Agung dan Paskah, merenungkan kisah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Gereja di seluruh dunia merayakannya dalam bentuk ibadah, perjamuan syukur, hingga pawai dan prosesi Jalan Salib sebagai wujud penderitaan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia.

Tak terkecuali di Manado, Sulawesi Utara. Berbagai kegiatan digelar umat Nasrani untuk mengingat kembali kisah ini. Di sela perayaan tersebut, sebuah foto telah dishare netizen Phill Andre Kalensun‎ ke akun Facebook MANGUNI TEAM123 Reskrimum milik Polda Sulut.

Foto tersebut diberi judul "Proses jalan salib diiringi jemaat muslim, #Indahnya kebersamaan".

Foto tersebut menggambarkan indahnya toleransi umat beragama di Indonesia. Di mana, sejumlah umat Muslim lengkap menabuh alat musik rebana berjalan tepat di depan iring-iringan prosesi Jalan Salib yang digelar umat Nasrani.

Meski lokasi pengambilan foto ini ada di Magelang, Jawa Tengah, tetapi  netizen di Manado memberikan apresiasi sangat tinggi terhadap apa yang digambarkan melalui foto ini.

"Doh dmn ini? Bkn main skli eh. Ini kw bru blg hidup kbrsamaan nd mmndang prbedaan. Salut bro," komentar Billy ReynoLd Maneseh.

"Begini yg seharusnya dan semestinya...Qt semua sama di mata Tuhan (beda kulit,beda agama,beda suku dan budaya)ttp satu. Hiduplah utk saling rukun dan damai," tutur Jane Aurel Kandou.

"Puji tuhan indah sx kebersamaan seperti ini.. Tuhan memberkati kita semua," kata Angel Ngangi Worang.

"Salut for jateng kab magelang kec muntilan damai itu indah, inilah indahnya hidup pada saat qt saling berdampingan.....GB ALL," ujar James George.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved