Korban ke 17 Banjir Bandang Wajahnya Sulit Dikenali
Untuk mengidentifikasi jenazah, pihaknya membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Komisaris Besar Farid Amansyah mengatakan, jenazah ke-17 yang ditemukan susah dikenali.
"Jenazah ke 17 ini bagian tulang wajahnya sudah rusak. Jadi, agak sulit dikenali," ungkap Farid, Jumat (20/5/2016).
Jenazah korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang berjenis kelamin perempuan ditemukan di Sungai Betimus, Desa Sukamakmur, Sibolangit.
Untuk mengidentifikasi jenazah, pihaknya membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Apalagi, jenazah korban sudah terlalu lama di dalam air sehingga diduga sidik jarinya pun ikut rusak.
"Tulang wajahnya sudah tidak ada. Artinya sudah berantakan jadi, perlu waktu untuk melakukan identifikasi," kata Farid.
Meski begitu, sambung Farid, pihaknya akan mencocokkan data antemortem dan dana posmortem yang ada di Rumah Sakit. Mudah-mudahan, kata dia, korban bisa diidentifikasi hari ini.
"Kami berusaha keras untuk mengidentifikasi jenazah korban ke 17 ini. Sekarang, Tim DVI bersama pihak rumah sakit masih bekerja," ungkap perwira berpangkat tiga melati emas di pundak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dua-warna_20160518_175058.jpg)