Kamis, 9 April 2026

Didesak Turki untuk Ditutup, Kepsek Yakin SPBS Tak Akan Ditutup

Seiring perkembangan sekolah, yayasan yang diketuai Aep S itu mendirikan sekolah cabang di Kota Bandung pada 2002.

TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Kepala Sekolah SMP dan SMA Pribadi Bilingual School, Ahmad Fauzi, memberikan klarifikasi terkait dengan tudingan pemerintah Turki di ruang kerjanya, Jumat (29/7/2016). Sebab sekolah Pribadi Bilingual School itu dituding berafiliasi dengan organisasi teroris Gulen atau FETO. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sekolah Pribadi Bilingual School didirikan Yayasan Yenbu pada 1995. Yayasan Yenbu mendirikan sekolah pertama kali di Kota Depok.

Seiring perkembangan sekolah, yayasan yang diketuai Aep S itu mendirikan sekolah cabang di Kota Bandung pada 2002.

"Namanya juga sama Sekolah Pribadi Bilingual School," kata Kepala SMP dan SMA Pribadi Bilingual School, Ahmad Fauzi, kepada Tribun di kantornya, Jalan PHH Mustafa nomor 41, Kota Bandung, Jumat (29/7/2016).

Pada 2000, kata Ahmad, sekolahnya bekerjasama dengan Pasiad, organisasi kemasyarakatan asal Turki.

Seiring berjalannya waktu, yayasan Sekolah Pribadi Bilingual School Bandung berganti.

Kini sekolahnya di bawah naungan Yayasan Pribadi Bandung yang pembinanya pejabat di Sekretarian Negara.

"Berganti yayasan mulai 2010 karena Yayasan Yenbu merasa kewalahan mengurus dua sekolah," kata Ahmad.

Ahmad menegaskan, sekolahnya yang berada di bawah naungan yayasan milik warga negara Indonesia menjelaskan jika tak ada kaitannya dengan Turki.

Ia pun yakin pemerintah Indonesia tak akan terpengaruh dengan desakan pemerintah Turki yang meminta menutup sekolahnya.

"Saya yakin tidak akan ditutup karena kami sebagai lembaga pendidikan selalu bekerjasama dengan dinas pendidikan kota, provinsi, sampai tingkat kementerian," kata Ahmad. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved