Jaringan Narkoba Antarkota di Jabar Dikendalikan dari Dalam Lapas

Peredaran narkoba antarkota, yaitu Kota Bandung dan Kabupaten Subang dikendalikan seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang

Jaringan Narkoba Antarkota di Jabar Dikendalikan dari Dalam Lapas
TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Peredaran narkoba antarkota, yaitu Kota Bandung dan Kabupaten Subang dikendalikan seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang.

Hal itu berdasarkan pengembangan dan petunjuk yang diberikan lima tersangka yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat.

Kasubdit I Dit Res Narkoba Polda Jabar, Kompol Zulkarnain Harahap, menuturkan, kelima tersangka yang ditangkap jajarannya itu pelaku dikendalikan warga binaan yang berinisial YN.

YN merupakan warga binaan yang terlibat kasus narkoba jenis hanja pada 2014.

“Dia yang mengendalikan PG, lalu NK. Keduanya hanya menjual sesuai kendali YN,” ujar Zulkarnain kepada wartawan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (5/9/2016).

Menurut Zulkarnain, PG dan NK mengambil barang yang sudah ditempel orang suruhan YN. Lantas keduanya mengambil barang tersebut untuk diedarkan sesuai petunjuk YN.

YN kerap berkomunikasi dengan kedua tersangka itu di Lapas Subang.

“Sejauh ini peredarannya masih di wilayah Bandung dan Subang. Jaringan ini sudah berjalan selama enam bulan,” kata Zulkarnain seraya menyebut menyita 15 ponsel milik YN ketika menggeledahnya di dalam lapas.

Dikatakan Zulkarnain, YN melakukan komunikasi dengan jaringannya dengan cara sembunyi-sembunyi sehingga tidak diketahui petugas Lapas Subang.

Hal itu ia lakukan pada jam tertentu terutama ketika dirinya tidak dalam berada pengawasan penjaga.

Halaman
12
Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved