Breaking News:

Idul Adha 2016

Haedar Nashir: Mari Menyembelih Egoisme

Dalam sambutannya, Haedar mengajak masyarakat Sulsel untuk mengambil makna hakiki dari ajaran ketulusan, cinta, dan pengorbanan Ibrahim.

TRIBUN TIMUR/HASIM ARFAH
Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto (kanan) mengawal Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir (tengah) di Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Senin (12/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir menjadi khatib pada Salat Idul Adha 1437 H di halaman Kampus Unismuh, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016).

Ia memberikan khotbah dengan judul "Memaknai Ibadah Haji dan Qurban" di depan ribuan jamaah Salat Ied.

Dalam sambutannya, Haedar mengajak masyarakat Sulsel untuk mengambil makna hakiki dari ajaran ketulusan, cinta, dan pengorbanan Ibrahim.

"Mari menyembelih egoisme, mengambil makna hakiki dari ajaran ketulusan, cinta, dan pengorbanan Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar sebagai model perilaku emas," ujarnya.

Ia juga mengajak untuk merawat perilaku pada jalan lurus dan benar. Meminta untuk tidak terjerembab ke
jurang bathil dan kemusyrikan.

"Jiwa fitrah yang dihidupkan dengan ibadah dapat meredam hawa nafsu yang selalu menyala dalam manusia
diri  selaku insan yang hidup dalam hukum duniawi," katanya.

Haedar juga mengatakan manusia beriman masakan beriman sedang diuji dari harta, tahta, dan pesona dunia yang serba menghalalkan apa saja.

Kehidupan politik yang serbabebas, ekonomi yang serba kapitalistik, dan budaya populer yang memuja kesenangan indrawi, membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai Ilahi yang bermakna utama.

Atasnama agama, politik, ekonomi,dan apa saja terjadi saling rebut akses kehidupan yang sangat keras.

"Sebagian manusia tampil dalam sosok-sosok ganas, yang "bergigi dan bercakar merah", tulis Tennyson. Akibatnya dalam kehidupan berlaku hukum homo homini lopus, bahwa manusia karena kepentingannya yang serakah saling memangsa satu sama lain," katanya

Sehingga, Haedar menganggap inilah benih konflik dan segala bentuk fasad fil-ardl yang harus dibebaskan dan dicerahkan dengan nilai-nilai ibadah Qurban, Haji, dan Idul Adha.

"Marilah di akhir khutbah ini kita bermunajat kepada Allah agar hidup di dunia ini senantiasa berada di jalan-Nya, beribadah dan menjalankan tugas kekhalifahan dalam bimbingan-Nya, serta di akhirat kelak menjadi penghuni Jannatun Na'im dalam karunia-Nya. Amin ya Rabb amin," ujar Haedar menutup khotbah-nya. (*)

Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved