Minggu, 31 Agustus 2025

Dimas Kanjeng Ditangkap

Pengikut Diminta Tinggalkan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Wajah Ketua MUI Jatim tak senang melihat spanduk besar tertulis karomah di samping foto Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Editor: Y Gustaman
Surya/Galih Lintartika
Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori bersama rombongan saat mendatangi satu per satu tenda yang penuh oleh pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tak jauh dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Rabu (28/9/2016). SURYA/GALIH LINTARTIKA 

"Saya sudah lima bulan di sini. Saya di sini ikut mondok dan belajar agama," jawab Irine.

"Apa tidak mau pulang,Mau menunggu apa disini," tanya Kiai Abdhusshomad lagi.

"Saya mau sekali kalau disuruh pulang. Ini juga sedang merencanakan pulang ke kampung Jombang," aku Irine.

"Kalau sudah pulang, jangan kembali lagi kesini ya," Kiai Abdhusshomad berpesan kepadanya.

Irine tidak menjawab pesan Kiai Abdhusshomad, cukup menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Irine mengaku tidak merasa tertipu oleh Dimas Kanjeng. Sebab, selama ini belum pernah sekali pun menyerahkan uang mahar kepadanya.

"Saya tidak tertipu kok, soalnya niatnya mau mengaji. Uang mahar belum pernah saya kasih tapi kalau iuran untuk membayar listrik dan sebagainya sudah pernah saya berikan," terang dia.

Ia mengatakan uang iuran itu untuk membayar listrik dan membangun masjid. Nominalnya pun sangat bervariasi. Mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan.

"Bagi saya tidak masalah, toh saya anggap itu untuk menyumbang pembangunna masjid. Anggap saja amal untuk menjauhkan saya dari malapetaka," papar Irine.

Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan