Senin, 8 Juni 2026

Mengintip Kehidupan Suku Boti: Pencuri Malah Dimodali Raja agar Tak Mencuri Lagi

Ketika ditanya nama Boti, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) biasanya langsung mengernyitkan dahi.Mereka menyebut, Boti adalah kawasan pedalaman

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM / YULIS
Suku pedalaman di Boti, Nusa Tenggara Timur 

Terkadang masih terlihat babi hutan di hutan. Rumah warga yang terlihat, sebagian masih rumah tradisional yakni rumah bulat yang bentuknya bulat tertutup seluruhnya oleh ilalang yang ditempel di seluruh bagian dinding hingga atap rumah.

Sungai Putih

Semakin mendekati Desa Boti, jalanan semakin kecil dan hutan makin lebat. Jalanan sekitar 3 dan 2 meter. Bahkan di beberapa titik, jalanan hanya 50 cm, cukup untuk dilintasi ban sepeda motor dan pengendara.

Untuk mencapai Desa Boti bagian atas, sepeda motor wajib menyeberangi Sungai Putih yang lebarnya sekitar 100 meter.

Akhir pekan lalu Sungai Putih sedang kering. Makanya sepeda motor bisa turun ke sungai dan justru melintas membelah sungai.

Sungai Putih di Boti
Sungai Putih, sungai yang membelah wilayah Boti tanpa jembatan. Kondisi sungai kering di musim kemarau. Sungai dilintasi kendaraan sepeda motor untuk menuju Boti

Dasar sungai yang terlihat hanya batu ukuran kecil hingga besar. Hampir semuanya berwarna putih. "Makanya disebut sungai putih," ujar Ansel, warga Boti yang mengantar Tribunnews.

Kepala Sekolah SD GMIT di Boti, Mikel Selan yang berada di paling tinggi mengatakan, jika air sungai Putih sedang tinggi, maka kawasan Boti menjadi terisolasi.

"Saya tinggal di Boti. Sebelumnya saya mengajar di SDN Nuntio. Setiap hari harus menyeberang sungai Putih. Tapi kalau sedang air tinggi, kita tidak bisa pergi. Terpaksa menunggu sungai surut baru bisa pergi," jelas Mikel

Sungai Putih di Boti 2
Sungai Putih, sungai yang membelah wilayah Boti tanpa jembatan. Kondisi sungai kering di musim kemarau. Sungai dilintasi kendaraan sepeda motor untuk menuju Boti

Setelah menyusuri Sungai Putih sejauh 500 meter, kendaran sepeda motor terus naik ke perbukitan mengarah SD GMIT Boti.

Jalanan semakin sepi dan mengecil. Lebar jalan hanya sekitar 2 meter, itu pun berupa tanah dan selebihnya membelah hutan.

Terkadang terlihat lagi rumah warga yang sebagian masih berupa rumah Bulat atau rumah adat asli Timor yang berbahan kayu dan tertutup rapat ilalang dari atas hingga bawah.

Dari Sungai Putih menuju SD GMIT Boti yang berada di kawasan paling tinggi, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Terkadang penumpang sepeda motor harus turun lantaran jalanan menanjak tajam serta kondisinya hancur serta sempit.

Halaman Rumah Raja Boti
Halaman Rumah Raja Boti yang ditanami tanaman dan bunga

Rumah Raja

Tribunnews bersama rombongan 1000 Guru dan KFC berkesempatan berkunjung ke Rumah Raja Boti. Rumah Raja Boti jika dari Oeleu Utara, belum sampai ke Sungai Putih. Sehingga tidak perlu menyeberang sungai.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved