Kampung Jarak Setelah Dolly Ditutup, Menggeliat Menjadi Kampung UMKM
Prostitusi Dolly-Jarak memang menyimpan sejuta cerita, namun di balik ditutupnya bisnis esek-esek itu pada 2014 lalu kini warga tampil berbeda.
Sebab, tidak semua warga di Putat terutama di Gang 3A mau turut serta dalam mengolah bisnis minuman itu. Masih banyak warga yang ragu dengan menjalani bisnis minuman itu.
"Awalnya ya susah, tapi karena sudah tekat dan niat ingin merubah nasib. Saya dan beberapa ibu-ibu di sini, optimis bisa membuat dan memasarkan ini sampai dikenal ke masyarakat. Dan alhamdulillah, produk minumannya sekarang sudah mulai disukai," terangnya.
Bila produk minumannya Orumy telah mendapat tempat di hati masyarakat, kini gilaran produk sandal Dolly yang mulai dikenalkan. Achmad Arif salah satu pemilik produk Sandal Parikan Dolly.
Kenapa Parikan Dolly? Arif pun menceritakan bahwa dengan Parikan masyarakat akan lebih teringat.
Terlebih, dengan Parikan juga masyarakat yang membeli akan langsung mengingat produk hasil buatan Dolly.
Arif yang dulunya bekerja sebagai tukang parkir prostitusi di gang Dolly ini, kini telah menjadi bos pemilik Sandal Parikan Dolly. Parikan sandal itu seperti, Sambel Trasi Wadahe Besek, Awake Seksi Irunge Pesek.
"Kalau hanya sekedar sandal saja tanpa ada parikan, iti menjadi biasa. Tapi, kalau ada tulisan orang pasti langsung ingat kalau sandal ini buatan warga Dolly. Warga yang dulunya tinggal di lokalisasi," terang Arif.
Meski baru, Arif optimis bisa memasarkan sandlanya sampai ke luar daerah. Sehingga, sandal Parikan Dolly tidak hanya dikenal di Surabaya dan daerah sekitar.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan fasilitas yang memadai untuknya.
"Saya gak minta muluk-muluk, cukup dikasih tempat untuk jualan saja itu sudah cukup. Kita diberikan fasilitas yang memadai, itu luar biasa buat kami warga Putat. Karena, pengerjaan sandal ini juga dilakukan bersam-sama warga Putat lainnya," terang Arif.
Di kawasan Dolly-Jarak ini, masyarakatnya mulai aktif berinovasi.
Mulai dari pengecatan gang dengan hiasan mural, hingga gotong royong dalam mengubah Dolly-Jarak menjadi lebih indah dan tentram.
Sekarang, masyakarat yang berkunjung ke Dolly-Jarak akan disuguhkan oleh beraneka macam mural edukasi dan cat warna warni yang menghiasi rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mantan-muncikari-dolly_20160915_141942.jpg)