Sabtu, 11 April 2026

Bayi yang Lahir dalam Kondisi Usus Terburai Meninggal Dunia

Kamis siang, bayi itu sudah dimakamkan di pemakaman umum di Jinglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Editor: Eko Sutriyanto
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Surya Malang,  Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Bayi dengan usus terburai saat dilahirkan meninggal dunia di RS Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, Kamis (17/11/2016) dini hari atau sekitar pukul 01.30 WIB.

Anak pasangan Yohanes (30), dan Rika Amelia (27), warga Dusun Bening Rt 03/RW 01, Kelurahan Jinglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar telah dimakamkan di pemakaman umum desanya.

"Anak saya sudah dimakamkan tadi siang," tutur Rika, Kamis (17/11/2016).

Yang membuat Rika terus mengenangnya, sebenarnya dirinya dan suaminya sudah berjuang sekuat tenaga atas kondisi yang dialami anaknya tersebut.

Sejak anaknya dilahirkan, Minggu (13/11/2016) dini hari lalu, dan diketahui mengalami kelainan seperti itu, Rika mengaku sedang mencarikan biaya buat operasinya.

Sebab, kata dokternya, papar Rika, untuk menyelamatkan anaknya atau memasukkan ususnya ke dalam perutnya, biaya operasinya tak sedikit atau paling tidak harus siap uang Rp 250 juta.

Mendengar hal itu, Rika dan suaminya sempat tak bisa berpikir, uang dari mana sebanyak itu karena suaminya hanya bekerja sebagai penjual lemari keliling.

Akhirnya, ia mencari pinjaman ke sanak keluarganya.

Di saat pontang-panting, mencari uang pinjaman itu, Rika mengaku banyak donatur yang menyumbangnya.

"Kami belum sempat menghitungnya karena sumbangan itu langsung masuk ke rekening. Ya, mungkin saja ada kalau Rp 100 juta. Itu belum termasuk uang pinjaman suami saya," tuturnya.

Begitu uang sumbangan mulai terkumpul, dan ditambah uang pinjaman suaminya, Rika baru berani minta dokternya untuk merujuk anaknya ke RSUD Nguwi Waluya, Wlingi, Rabu (16/11/2016) sore atau sekitar pukul 17.00 WIB, anaknya dirujuk ke RSSA Malang.

"Saat itu, saya dan suami saya juga ikut, mendampingi ke RS Malang tersebut. Setelah mendapat perawatan, ternyata anak saya tak tertolong," paparnya.

Tahu anak semata wayangnya akhirnya harus meninggal dunia, Rika dan suaminya hanya bisa menerima kenyataan pahit tersebut.

Menurutnya, kematian anaknya itu dianggap sudah suratan takdirnya karena dirinya juga sudah berusaha sekuat tenaga, di antaranya mencarikan pinjaman uang ke sana kemari, buat membiayai operasi anaknya, yang lahir dalam keadaan ususnya di luar perutnya.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved