Ini Pengakuan Polos Peneror Bom Java Mall
"Kadang juga neleponi orang-orang yang tak dikenal, entah siapa yang diajak bicara," ujar dia.
Pengakuan serupa disampaikan Nurman Dwiyantoro. Menurut Nurman, ia memang aslinya adalah orang Semarang.
"Saya kelahiran Semarang, dulu tinggal di Jalan Jambu nomor 9. Di belakang Java Mall situ. Lalu nikah dapat orang sini, dan tinggal di sini (Kudus)," ucap dia.
Dituturkan, sedikitnya dia sudah empat kali melakukan aksi teror melalui sambungan telpon. Nomor telpon Java Mall, menurut dia, didapat usai menghubungi call center penerangan 108.
"Ini murni ide saya sendiri, sebagai pelampiasan amarah dan rasa jengkel saya. Saya tahu nomor Java Mall setelah telpon 108," terang Nurman. (*)