Potensi Besar Kaltara di Daerah Perbatasan, Mulai dari Kakao, Pisang, hingga Garam
Pengelolaan kawasan perbatasan tidak hanya menyangkut soal kepentingan strategis bidang pertahanan.
"Ketika investasi masuk, membangun pabrik tentu akan menyerap tenaga kerja. Dan produk yang dihasilkan tentu memiliki nilai jual tinggi dibandingkan bahan mentah," ujarnya.
Pemerintah dan Pemprov kata Samuel sudah memulai langkah agar investor bisa melirik kawasan perbatasan sebagai daerah ekspansi bisnis.
Hal itu dibuktikan hadirnya Menteri BUMN Rini Soemarno di Krayan melihat potensi garam gunung.
"Setelah kunjungan Ibu Menteri dengan Pak Gubernur, rencananya akan masuk BUMN, PT Garam."
"Menurut penelitian Balai Litbang Kaltim dulu, masih ada potensi 20 sumur garam. Sekarang ada empat seperti di Long Layu, Long Midang, Pa Betun," sebutnya.
Selain mengenalkan potensi itu di mata nasional, klaim Samuel juga diupayakan ada dukungan dari lintas sektoral baik dari instansi Pertanian, Pekerjaan Umum, Perdagangan dan Perindustrian, termasuk instansi Penanaman Modal.
"Kami akan coba bersinergi dengan instansi-instansi ini. Karena membangun perbatasan bukan hanya membangun pertahanannya saja, tetapi membangun ekonominya," sebut Samuel. (Wil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/samuel-st-padan_20170125_201749.jpg)