Kisah Heroik Rumedi yang Lari Berpacu dengan Maut Demi Selamatkan Warga dari Tanah Longsor

Rumedi, warga dukuh Bandingan, Desa Sirau , Purbalingga, tersentak saat bunyi gemuruh dari atas bukit Ratamacan terdengar keras

Kisah Heroik Rumedi yang Lari Berpacu dengan Maut Demi Selamatkan Warga dari Tanah Longsor
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Rumedi, petani yang pertama kali mengetahui bukit longsor dan memberitahu warga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA- Rumedi, warga dukuh Bandingan, Desa Sirau , Purbalingga, tersentak saat bunyi gemuruh dari atas bukit Ratamacan terdengar keras, Minggu sore (19/2).

Kebun Rumedi berada di dekat mahkota longsor.

Ia baru saja menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan di gubug kebunnya seusai menderes nira.

Hujan besar selama dua jam di wilayah itu mulai mereda ketika bencana terjadi.

Rumedi melihat langsung tanah milik Perhutani di puncak terus bergerak. Ratusan pohon pinus satu persatu bertumbangan.

Material longsor meluncur cepat mengikuti aliran sungai Wuni.

"Kebun saya ikut hancur tergerus longsor. Saya yang penting selamat,"katanya, Senin (20/2/2017).

Melihat luasnya area longsoran di mahkota longsor, Rumedi kepikiran nasib ratusan jiwa yang menghuni pemukiman di hilir, dukuh Karangwuni.

Ia yakin, warga belum mengetahui ada bencana di hulu yang mengancam jiwa mereka.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved