Minggu, 26 April 2026

Kisah Heroik Rumedi yang Lari Berpacu dengan Maut Demi Selamatkan Warga dari Tanah Longsor

Rumedi, warga dukuh Bandingan, Desa Sirau , Purbalingga, tersentak saat bunyi gemuruh dari atas bukit Ratamacan terdengar keras

Editor: Sugiyarto
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Rumedi, petani yang pertama kali mengetahui bukit longsor dan memberitahu warga 

Setelah 20 menit berlari dari puncak ke hilir, Rumedi akhirnya berhasil lebih dulu sampai ke pemukiman, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada empat bocah yang malah menonton air sungai yang keruh dan banjir. Saya teriaki supaya mereka lari karena bencana akan datang,"katanya

Rumedi lalu memberitahu warga yang tinggal di sisi aliran sungai agar cepat-cepat menyelamatkan diri.

Ia meyakinkan, bencana akan segera datang karena material longsor terus meluncur turun.

Warga tak berpikir panjang. Mereka berlarian keluar rumah dan menjauh dari aliran sungai. Suara gemuruh semakin terdengar mendekat.

Seperempat jam kemudian, sekitar pukul 17.45 WIB, bencana benar-benar sampai ke mereka.

Material longsor bercampur bangkai pohon menimbun dan meluluhlantakkan dua rumah yang telah ditinggalkan penghuninya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau mereka terlambat tahu, mungkin ada yang menjadi korban. Karena waktu magrib adalah saat keluarga berkumpul di rumah,"ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved