Arif Mengaku Lolos dari Bisikan untuk Bunuh Diri, Ini Pengalamannya
Perbuatan nekat Pahinggar Indrawan (35), pria yang tewas bunuh diri dan menayangkannya secara live di akun Facebooknya memancing sejumlah reaksi
Ia melanjutkan, munculnya niat bunuh diri tersebut juga sudah mengarah pada memikirkan cara yang paling tidak menyakitkan untuk mengakhiri hidup.
"Di kamar saya, di kost-kost-an saya di Purwokerto, saya sudah memikirkan, cara bunuh diri bagaimana yang paling tidak menyakitkan. Saat itu, terpikir sebuah cara, namun foto-foto kedua orangtua saya menyelamatkan saya," imbuhnya.
Pelajaran
Arif juga membuat semacam analisa tentang pengalamannya tersebut dan ia lihat pada masa kekinian.
Ia mengatakan bahwa dorongan tersebut muncul lantaran saat itu ia mengindentikkan dirinya sebagai manusia yang mudah sekali melekat pada sesuatu hal. Artinya ia semacam menuhankan sesuatu. selain dzat Tuhan.
"Contohnya apa? Misal jika anda seorang pria, dan anda sangat mencintai seorang wanita. Lihat bagaimana lagu-lagu cinta, memprogram kemelekatan 'Kaulah napasku, kaulah alasan aku hidup, kaulah jiwaku, kaulah darahku, aku tak bisa hidup tanpamu'. Ini adalah ekspresi kemelekatan ... Menuhankan manusia," tulisnya.
Menuhankan selain Tuhan bagi Arif adalah bunuh diri secara spiritual secara perlahan. Akhirnya saat melihat orang bunuh diri, termasuk yang disiarkan secara langsung menganggapnya sebagai sebuah lelucon.
Orang melihat, masalah yang menjadi alasan orang bunuh diri tersebut tidaklah relevan dan pernah mengalami masalah serupa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/arif-rh_20170320_032007.jpg)