11 Pelajar Asal Sleman Diperiksa soal Pembacokan Pelajar di Klaten Saat Konvoi
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Klaten masih mengejar peserta konvoi pelajar yang melakukan pembacokan dan perusakan, Selasa (2/5/2017)
TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Klaten masih mengejar peserta konvoi pelajar yang melakukan pembacokan dan perusakan, Selasa (2/5/2017) siang.
Hal ini menyusul adanya tiga siswa SMA di Klaten yang menjadi korban pembacokan di Jalan Merbabu.
Informasi yang dihimpun Tribun Jogja, polisi berhasil mengamankan 113 orang yang melakukan konvoi motor di sejumlah titik.
Sebagian besar merupakan pelajar asal Sleman dan sebagian lainnya berasal dari Klaten.
Sebanyak 102 orang sudah dipulangkan dengan dijemput orangtuanya, sementara 11 pelajar asal Sleman masih menjalani pemeriksaan.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP David Widya Dwi Hapsoro mengatakan pemeriksaan tersebut berhubungan dengan ditemukannya sejumlah senjata tajam oleh petugas Polres Klaten di jalan yang dilalui gerombolan pelajar yang berkonvoi.
Baca: Hoax! Beredar Kabar Ada Korban Meninggal saat Konvoi Pelajar SMA di Klaten
Namun dari pemeriksaan belum ada yang mengakuinya.
"Saat ini masih kami dalami terkait kepemilikan senjata tajam, hingga saat ini belum ada yang mengaku," ungkapnya, Rabu (3/5/2017).
Adapun senjata yang berhasil ditemukan antara lain sebilah pedang dan badik, dua buah gir motor yang dikaitkan pada ikat pinggang, dan sebuah kunci roda. Benda-benda tersebut ditemukan dibuang di jalan untuk menghindari pemeriksaan petugas.
"Jadi benda-benda ini diamankan tidak bersama pemiliknya. Sehingga kami harus melakukan pemeriksaan intensif," katanya.
Ditanya terkait pembacokan dengan korban tiga siswa SMAN 1 Klaten, David mengatakan pihaknya akan mengusutnya. Kendati demikian, belum ada laporan resmi dari korban pembacokan.
"Informasinya seperti itu, tapi kepastian korban masih menunggu laporan karena diperlukan juga keterangan dari korban. Namun yang jelas, kami masih mencari pemiliki senjata tajam, untuk kemudian dikembangkan apakah terlibat pembacokan atau tidak," paparnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak segan untuk melanjutkan proses hukum kepada pelajar yang melakukan pembacokan dan perusakan.
Pihaknya akan menerapkan sanksi sesuai aturan berlaku meski pelakunya masih berstatus pelajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/petugas-mendata-pelajar-smasmk-yang-terlibat-konvoi_20170503_203830.jpg)