Selasa, 5 Mei 2026

Gagal Rampas Ponsel, Pelaku Lari dan Sembunyi di Atas Plafon Alfamart

Tiga pemuda lari tunggang langgang setelah gagal merampas telepon genggam, di kawasan Singosari Raya, Jumat (2/6/2017) dini hari.

Tayang:
Editor: Sanusi
Tribun Jateng
Tiga pemuda lari tunggang langgang setelah gagal merampas telepon genggam, di kawasan Singosari Raya, Jumat (2/6/2017) dini hari. Mereka terpergok warga setempat yang langsung mengejarnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Tiga pemuda lari tunggang langgang setelah gagal merampas telepon genggam, di kawasan Singosari Raya, Jumat (2/6/2017) dini hari. Mereka terpergok warga setempat yang langsung mengejarnya.

Dua pemuda lari ke arah Genuksari dan Pleburan. Mereka lolos. Sedangkan seorang lagi bernama Iqbal Fatkur (19) sempat dihajar warga, lalu kabur lari masuk Alfamart Singosari. Proses penangkapan Iqbal dramatis.

"Takut dihajar warga. Saya masuk Alfamart, sembunyi di gudang. Pintu gudang saya kunci dari dalam," kata Iqbal saat digelandang di Mapolsek Semarang Selatan.

Iqbal bersembunyi di dalam toilet. Dia sempat membersihkan luka di kepalanya.

Warga Gunungsari RT 7 RW 7 Tandang, Tembalang itu berniat melarikan diri melalui toilet. Rencananya gagal seketika tak ada akses keluar di toilet.

"Saya langsung pikiran jebol plafon, lari lewat atap. Lalu saya naik menggunakan tangga besi," katanya.

Nahas, rencana Iqbal kedua pun gagal. Dia tak mampu menjebol atap asbes.

"Saya pasrah. Tidur di plafon," katanya.

Di lain tempat, Tim Elang Polrestabes Semarang bersiaga di SIM Corner Simpanglima.

Para personel Elang itu usai menggrebek sejumlah pemabuk di Taman Pandanaran.

Tiba-tiba ada pria mengendarai sepeda motor matik menghampiri Tim Elang.

"Ada begal di Singosari pak. Masuk Alfamart," seru pria itu.

Para personel Elang pun meluncur ke lokasi kejadian.

Sekitar 100 orang sudah memadati lokasi kejadian, saat Tim Elang tiba.
Para personel mendapat informasi pelaku masih dalam gudang Alfamart. Pintu gudang dalam kondisi dikunci.

"Dikunci dari dalam. Tak ada kunci cadangan. Sehingga harus didobrak," kata personel Elang, Heru Purwanto.

Setelah mendobrak pintu gudang, personel Elang mencari keberadaan pelaku. Terdapat banyak tumpukan kardus dalam gudang.

Pelaku ditemukan personel Tim Elang di kolong plafon. Selanjutnya diamankan ke Mapolsek Semarang Selatan.

Korban perampasan, Risky Wahyu Pangestu mengatakan didatangi tiga pemuda.

Dua orang membawa pedang dan seorang membawa helm. Tiga pemuda itu mengambil paksa telepon genggam Riski.

Perlawanan pun terjadi sehingga terjadi keributan yang menarik perhatian warga setempat.

"Warga datang, dua orang lari ke arah Genuksari dan Peleburan. Yang satu sempat dihajar, lalu masuk ke Alfamart," kata Rizki.

Kasus ini masih dalam pengembangan Polsek Semarang Selatan. Polisi sudah mengantongi identitas dua pemuda yang sempat kabur.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved