Pansus RUU Tembakau Kunjungi Pabrik Rokok, Pengusaha dan ilmuwan di Kota Malang

Pansus RUU tentang Pertembakauan melakukan kunjungan kerja di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (11/7/2017) kemarin

Pansus RUU Tembakau Kunjungi Pabrik Rokok, Pengusaha dan ilmuwan di Kota Malang
ISTIMEWA
Kerua Pansus RUU Tembakau Firman Subagyo, saat di mengunjungi perusahaan rokok di Kota Malang, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG- Pansus RUU tentang Pertembakauan melakukan kunjungan kerja di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (11/7/2017) kemarin. Sejumlah pertemuan kemudian dilakukan.

Aantara lain pertemuan dengan pengusaha rokok kretek di PT. Gandum dilanjut dengan peninjauan ke pabrik rokok, pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Malang, dan Pertemuan para ilmuan di Universitas Brawijaya. Serta berkunjung ke Rumah Sehat Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro.

Ketua Pansus RUU tentang Pertembakauan, Firman Soebagyo mengungkapkan bahwa Pansus telah melakukan kunjungan secara maksimal dan mendapatkan masukan yang sangat luar biasa.

Dipastikan, Pansus telah bertemu berbagai komponen masyarakat untuk memberikan masukan yang komprehensif dan objektif tentang dunia pertembakauan.

"Kita sudah ketemu komponen industri tembakau, karyawan, asosiasi dan para ilmuan di Universitas Brawijaya dan juga melakukan kunjungan ke Rumah Sehat," katanya saat ditemui di sela-sela kegiatan Kunker.

Politisi Partai Golkar ini dalam penjelasannya yang diterima tribunnews.com menuturkan berdasarkan penjelasan para ilmuan dan dokter menyimpulkan bahwa tembakau memiliki azas manfaat untuk kesehatan.

Hal tersebut telah dibuktikan di Rumah Sehat yang telah menggunakan media tembakau untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.

"Sudah dilakukan di Rumah Sehat ini, tembakau untuk penyembuhan jantung koroner, kanker, HIV, dan sebagainya. Namun yang perlu dijelaskan lagi tembakau yang digunakan untuk mentreatment kesehatan tidak serta merta rokok biasa yang diproduksi industri. Namun masih ada satu tahapan treatment lagi," jelasnya.

Kunjungan yang dilakukan, lanjutnya, diharapkan dapat membuka pandangan kepada pihak-pihak yang menjadikan tembakau sebagai musuh dapat tereliminasi.

Ternyata tembakau dapat memberikan manfaat untuk kesehatan manusia. "Menjawab pihak yang masih menganggap tembakau mengganggu kesehatan telah terjawab," katanya.

Firman menambahkan bahwa tembakau merupakan aset nasional yang memberikan sumbangan terbesar bagi devisi negara. RUU tentang Pertembakauan ini juga memberikan regulasi yang melindungi petani nasional dari hulu sampai hilir.

Petani tembakau harus mendapatkan pendampingan sehingga petani semakin berdaya.

"RUU ini juga akan memberikan regulasi bagaimana petani itu bisa meningkatkan kualitas tembakaunya agar lebih baik dan tembakaunya memiliki kualitas untuk kesehatan," jelasnya.

Pro-kontra dari pertembakauan tersebut akan diatur dalam bentuk regulasi. Tentunya regulasi yang mengutamakan kepentingan keseluruhan rakyat, bukan malah mengabaikan kepentingan yang lain hanya untuk kelompok tertetu.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved