5 Populer Regional: Misteri Sekeluarga Tewas di Temanggung - Video Tanpa Busana Karyawan BUMN
Satu keluarga tewas di glamping Temanggung diduga keracunan, sementara video tanpa busana karyawan BUMN disebar mantan suami.
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir
- Empat anggota satu keluarga ditemukan tewas di lokasi wisata glamping di Kabupaten Temanggung dengan dugaan sementara akibat keracunan makanan atau gas, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian mereka.
- Video tanpa busana milik perempuan berinisial SW asal Kabupaten Rejang Lebong diduga disebarkan oleh mantan suaminya, KA (34), warga Piyungan
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari misteri tewasnya satu keluarga di wisata glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Korban terdiri dari pasangan suami istri dan kedua anaknya.
Identitas mereka MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21).
Dugaan sementara para korban tewas keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Kemudian ada tersebarnya video karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa busana.
Korban penyebaran video itu adalah perempuan berinisial SW asal Kabupaten Rejang Lebong.
Sementara pelakunya mantan suami berinisial KA (34), warga Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Misteri Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung, Polisi Ungkap 2 Dugaan Penyebab Kematian
Peristiwa meninggalnya empat orang sekeluarga di lokasi wisata glamping di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih terus diselidiki aparat kepolisian.
Polisi mengungkap dua kemungkinan penyebab kematian para korban, yakni keracunan makanan atau keracunan gas karbon monoksida (CO) dari aktivitas barbeque di depan tenda.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra, mengatakan dugaan sementara diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim kedokteran forensik.
“Baik, dari hasil pemeriksaan sementara dari tim kedokteran forensik sudah menjelaskan bahwa kemungkinan dugaannya ada dua, yaitu dari keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan oleh satu keluarga tersebut,” ujarnya dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Kamis (28/5/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu set kompor gas portable dan sisa makanan yang diduga dikonsumsi para korban sebelum meninggal dunia.
“Baik, kalau dari hasil olah TKP dan penyelidikan kami, yaitu ditemukan satu set kompor gas portable yang dibawa langsung oleh korban dari awal masuk hingga ditemukannya meninggal dunia,” ucapnya.