Sebelum Tewas Dibunuh Suami, Suwarni Sempat Minta Warga Menolong Anaknya
Jenazah Suwarni ditandu masyarakat menggunakan keranda mayat, sedangkan jenazah Berlian dibopong pihak keluarga menggunakan sepeda motor.
Tampak pula tetangga serta sanak famili Warni sudah menunggu di depan ruang jenazah.
Berdasarkan keterangan perawat yang membersihkan luka korban, Berlian menerima satu bacokan di kepala. Meski hanya satu, luka tersebut cukup besar dengan kedalaman sekitar 18 centimeter.
"Kalau ibunya (Warni) luka bacok di kepala dua, satu di leher, lengan kanan dan punggung," jelas seorang perawat RS.
Paman korban, Sudiro (67) menceritakan, peristiwa terjadi pada saat Salat Magrib, tepatnya sekitar pukul 18.30 WIB.
Menurut Sudiro, Warni sendiri yang keluar rumah bersimbah darah, meminta tolong ke tetangga sekitar.
"Ibunya masih sempat menggendong anaknya dan minta tolong ke warga keluar rumah. Tetangga yang mendengar teriakan Warni langsung pada datang dan cepat membawa anaknya dulu ke puskesmas terdekat. Nggak berapa lama, Warni jatuh dan langsung dibawa juga ke sini (RS)," kata Sudiro.
"Mas, tolong anak saya," timpal tetangga yang membantu, menirukan perkataan Warni.
Menurut informasi yang diterima Sudiro, Kudus sudah diamankan oleh anggota Polsek Tegineneng.
"Ini saya baru dapat telepon, katanya suaminya Warni sudah ditangkap polisi," kata Sudiro.
Kakak kandung Warni, Sukardi cukup terkejut dengan kejadian yang menimpa adiknya tersebut.
Menurut Sutardi, terakhir kali berbincang dengan Warni dan suaminya pada Sabtu (15/7/2017) malam.
"Tadi malam (Sabtu) saya ngobrol dengan mereka berdua (Warni dan Kudus) di rumah. Kan mereka bertiga ini masih tinggal di rumah orangtua. Tidak ada yang aneh dan biasa saja. Tetapi memang sudah lama suaminya ini (Kudus) mengalami gangguan jiwa. Tapi ya kami pikir sudah sembuh, makanya tidak curiga apa-apa," cerita Sukardi.
Sukardi mengaku tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa adiknya. Ketika kejadian, Sukardi sedang makan malam di rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah Warni.
"Saya tiba-tiba ditelepon oleh tetangga Warni tadi habis Maghrib. Katanya Warni dan anaknya dibacok suaminya (Kudus). Ya saya cepat-cepat datang. Pas sampai ya lihat Warni sudah tergeletak di pinggir jalan bersimbah darah. Kalau anaknya sudah dibawa tetangga ke puskesmas," ujar Sukardi.
Selain Berlian, lanjut Sukardi, Warni memiliki seorang anak lagi yang berumur delapan tahun bernama Fauzia. Tetapi tidak tinggal serumah dengan Warni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemakaman-ibu-dan-anak-korban-pembunuhan-suami_20170717_145415.jpg)