Minggu, 26 April 2026

SDN 207 dan 208 Kertapati Palembang Puluhan Tahun Tak Kenal Upacara Bendera

SDN 207 Palembang berada di tengah rawa dan memang tidak mendukung bisa dilaksanakannya upacara bendera yang memerlukan area atau lapangan.

Editor: Dewi Agustina
Sriwijaya Post
Sekolah Dasar Negeri 207 & 208 Kertapati Palembang yang puluhan tahun tak kenal upacara bendera. 

Yulianis bersama guru lainnya pun sudah membuat proposal untuk meminta bantuan agar dibuatkan halaman sekolah yang tujuan menggelar upacara bendera.

"Kami sedang mengajukan proposal ke pihak-pihak swasta. Kalau diknas sudah tahu dengan kondisi sekolah saat ini. Kalau untuk sarana lain semuanya tidak masalah dan hanya tidak bisa menggelar upacara bendera. Jumlah siswa kami saat ini ada 301 siswa dan itu pun untuk kelas 3 dan 4, jadwalnya siang. Karena ruang kelas kurang atau tidak mencukupi kalau semuanya dijadwalkan untuk pagi," ujarnya.

Ingin Jadi Pengibar Bendera
Syifa (11), siswa kelas 6 SD Negeri 207 Palembang terlihat penasaran saat ditanya keinginannya untuk mengikuti upacara bendera.

Syifa bersama teman sekelasnya Zuleha, Suci dan Alfin, mengaku ingin merasakan bagaimana ikut upacara bendera itu. Karena sekolah lainnya selalu rutin melaksanakan upacara bendera tiap Senin pagi.

"Pengen upacara bendera, karena kawan-kawan di sekolah lain mereka selalu upacara bendera. Sedangkan kami tidak pernah," ujar Syifa dan teman-temannya dengan mata berbinar.

Bukan hanya SD Negeri 207 Palembang yang sejak berdirinya sekolah belum pernah menggelar upacara bendera.

SD Negeri 208 Palembang yang berdekatan juga tidak pernah upacara bendera. Kedua sekolah itu kondisinya sama, halaman yang berada di tengah sekolah hanyalah rawa-rawa.

"Pengen kak jadi pengibar bendera, kami pernah lihat sekolah di SD Negeri 205 yang setiap hari senin mereka upacara bendera," ujar Novita (9), siswa SD Negeri 208 Palembang.

Novita bersama dua temannya yakni Arin dan Nadira, sangat membayangkan bisa menjadi petugas pengibar bendera yang dilihatnya di televisi dan sekolah lainnya.

"Kami lihat pengibar bendera itu hebat sekali kak, kepengen nian rasonyo bisa menggerek bendera," ujar Novita dan teman-temannya hanya hanya bisa memandangi tiang bendera di sekolahnya yang sudah tampak miring. (Welly/Husin/Sripo)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved