Demi Uang, Pelajar SMP di Kediri Dijual Pacarnya Sendiri di Prostitusi Online, Begini Kronologinya!
Keempat tersangka ini dijerat karena telah melakukan tindak kejahatan karena melibatkan LA pelajar SMP berusia 15 tahun pada Senin (7/8/2017).
TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Kejahatan jaringan prostitusi online terjadi di wilayah Kediri, Jawa Timur dan libatkan anak di bawah umur.
Melansir dari Tribun Kediri, diketahui Satreskirm Polresta Kediri telah meringkus empat tersangka jaringan tersebut.
Keempat tersangka ini dijerat karena telah melakukan tindak kejahatan karena melibatkan LA pelajar SMP berusia 15 tahun pada Senin (7/8/2017).
Para pelaku itu diamankan dari tempat kos yang disewakan berdasarkan jam menginap di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Para pelaku tersebut adalah, MH (43) seorang warga Kelurahan Bandar Kidul, MO (19) warga Kelurahan Jamsaren, NA (23) warga Pare, Kabupaten Kediri, dan juga SA (36) warga Nganjuk.
Petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa buku tamu, uang tunai Rp 1,1 juta, HP merk Vivo berwarna hitam, HP merk Oppo berwarna hitam, HP merk Lenovo dan HP Nokia berwarna hitam.
Baca: Menelisik Praktik Prostitusi Online Bogor, Tarif Rp 500 ribu, Lokasinya Tempat Kost
Masih ada beberapa barang bukti yang lain seperti pulpen, kunci kamar yang digunakan untuk mesum, sprei warna ungu serta dua buah kondom bekas pakai sebanyak dua buah.
LA dipekerjakan oleh para pelaku tersebut untuk melayani pria hidung belang.
Kapolresta Kediri AKBP Anthon Heryadi pun menjelaskan saat gelar perkara, para pelaku telah melakukan eksploitasi secara ekonomi dan juga seksual terhadap anak.
Jaringan prostitusi online ini memanfaatkan keberadaan teknologi informasi dan media sosial yang terus berkembang dari zaman ke zaman.
Ironisnya, diketahui LA adalah pacar dari salah satu pelaku tersebut yang berinisial NA.
Melansir dari Tribun Jatim, bisnis ini sendiri pun bertujuan agar bisa meraih untung secara cepat.
Terlebih, diketahui, tempat layanan yang dipilih adalah kamar kos pribadi.
NA tega menjual pacarnya sendiri melalui jejaring media sosial. Bahkan, gadis di bawah umur ini dipatok dengan harga Rp 600 ribu sekali kencan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapolresta-kediri-akbp_20170808_144924.jpg)