Kiai dan Ulama Se-Jabar Minta Golkar Tidak Usung Dedi Mulyadi Jadi Calon Gubernur
Para ulama tersebut juga menandatangani surat petisi yang ditandatangani oleh 60 orang kiai dan ulama Jawa Barat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kiai dan ulama dari sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat yang tergabung dalam Gerakan Ulama Jawa Barat (GEMA JABAR) meminta Partai Golkar tidak mencalonkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat.
"Saya kira Golkar Jawa Barat tidak kehabisan kader yang mau bekerja keras untuk membangun Jawa Barat. Jangan sampai dengan merekomendasikan kader yang track recordnya tidak baik akan berimbas pada partai Golkar itu sendiri," ujar Ketua Gerakan Ulama Jawa Barat, KH Suherman dalam pernyataannya saat mendatangi kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu(9/8/2017).
Para ulama tersebut juga menandatangani surat petisi yang ditandatangani oleh 60 orang kiai dan ulama Jawa Barat.
Dalam petisinya tersebut, para kiai meminta jajaran pengurus untuk arif dalam menentukan calon pemimpin Jawa Barat yang diusung oleh partai Golkar.
Surat petisi diserahkan Ketua Gema Jabar KH Suherman dan diterima langsung oleh tiga orang staf pengurus di DPP Partai Golkar.
Menurut para ulama, sosok Dedi Mulyadi yang mengklaim dirinya sudah mendapat surat rekomendasi dari ketua umum DPP partai Golkar dinilai tidak pantas untuk dicalonkan.
Suherman memaparkan, sejak menjabat sebagai bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kerap menimbulkan pro dan kontra dalam masyakarat.
Salah satunya, pendirian patung-patung berukuran besar di sejumlah titik jalan.
"Kebijakan ini yang membuat rakyat Purwakarta marah dan unjukrasa besar besaran. pada zaman nabi saja, patung patung dihancurkan ini malah terus dibangun. Dimana aqidah keislamannya," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Nur SE, pengasuh ponpes Al Hidayah Rancakalong kabupaten Sumedang.
Menurutnya, kedatangan para ulama dan kiai ke kantor DPP Partai Golkar untuk menyikapi pilgub Jabar tentang pencalonan Desi Mulyadi.
Mereka menilai, para alim ulama, aktivis masjid dan pesantren memiliki rasa kekhawatiran terhadap sosok Dedi Mulyadi.
"Kedatangan kami ke DPP Golkar ini untuk urung rembug.karena para ulama menilai, Dedi Mulyadi banyak masalah yang kerap membuat polemik saat menjabat sebagai bupati Purwakarta,"tegas Muhammad Nur.
Ia memcontohkan, selalu mendewakan budaya dengan pembuatan patung wayang dan kerap menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
Dengan kondisi ini, kata Muhammad Nur,agar menjadikan pertimbangan bagi DPP Partai Golkar dalam memilih calon gubernur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bupati-purwakarta-dedi-mulyadi_20170714_192647.jpg)