Siswa SMA Tewas Bersimbah Darah, Mayatnya Ditemukan 2 Haris Setelah tewas di Kamar
Menurut Nirwana (50) pemilik kos tempat jenazah korban ditemukan, Merdy adalah pelajar di SMA Mutiara, Natar, Lampung Selatan.
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Merdy Irawan (17) warga Jalan Indra Bangsawan, ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kamar indekos di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (24/9) malam.
Menurut Nirwana (50) pemilik kos tempat jenazah korban ditemukan, Merdy adalah pelajar di SMA Mutiara, Natar, Lampung Selatan.
Jenazah Merdy awalnya ditemukan oleh Murni, sesama penghuni kos, sekitar pukul 18.00 WIB.
Awalnya, Murni mencium bau tak sedap dari kamar sebelahnya.
Pemilik kos beserta warga lantas membuka kamar tersebut.
Di sana warga menemukan Merdy sudah tewas bersimbah darah.
Sementara penghuni kamar kos, tempat jenazah korban ditemukan, Agus dan Vita hingga kini masih menghilang.
"Rumah kos itu dihuni oleh Pak Agus dan Vita beserta keluarga. Pas ditemukan (ada mayat) kondisi rumah kosong (penghuninya pergi). Jadi hanya ada jenazah Merdi saja di sana," katanya, Minggu malam.
Dugaan sementara Merdy merupakan korban pembunuhan.
Warga lantas menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan penemuan mayat tersebut.
Sekitar setengah jam, petugas dari Polsek Kedaton tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah Merdi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk keperluan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Pantauan di lokasi, tim forensik masih mengumpulkan barang bukti di TKP.
Hasbullah, warga sekitar mengatakan, awalnya warga curiga dengan bau busuk yang berasal dari salah satu kamar indekos.
"Tadi sore itu sekitar pukul 15.00 WIB, ada bau yang tidak sedap ketika saya melintas di kosan itu. Ternyata ada mayat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140817_172502_ilustrasi-tewasas.jpg)