Mahasiswa Cantik Ini Dibuat Pilu, Hamil dan Ingin Merahasiakan, Tapi Ini yang Dilakukan Ayah Bayinya
Pagi-pagi, ruang gawat darurat dokter ini sudah disodori seorang mahasiswi dalam keadaan pingsan.
Pria itu tidak masuk bersama dengan perawat, tapi malah bertanya kepada kami, “selamat malam, saya pamannya Xiao Yii. Dia tidak memberitahu saya kenapa sampai opname di rumah sakit.”
Sebutan paman sepertinya terdengar ambigu, apalagi Xiao Yii pernah cerita pada kita, dia tidak punya kerabat lain selain papanya.”
“Anda keluarganya ?” Mendengar pertanyaan itu, sang pria lantas tergagap lagi, dan berkata dengan nada rendah, “Dokter, ada hal yang kurang elok jika dikatakan. Saya bisa bertanggung jawab atas masalah Xiao Yii, dia … dia kadang-kadang tinggal bersama saya.”
Pria ini bukan ayahnya, tapi kekasihnya.”Anda bukan anggota keluarganya, kami juga tidak elok jika mengungkapkan situasinya kepada orang lain.”Kataku
Raut wajah pria itu terlihat memerah, tapi tak lupa mengucapkan terima kasih lalu kembali ke kamar.
Perawat itu berkata kepada kami, “Xiao Yii pasti dipelihara oleh pria itu, pria yang barusan masuk ke kamar itu menarik tangan Xiao Yi sambi terus berkata, dan melihat sikapnya seperti itu pasti bukan papanya Xiao Yii.”
Tapi saya bilang : “Belum tentu, kalau memang dipelihara, kenapa tidak terus terang saja? kenapa harus susah payah mencari pinjaman ke sana-kemari.”
Keesokan paginya, ketika memeriksa kamar pasien, terlihat pria itu masih berada di kamar Xiao Yii. Perawat itu mengantar rincian biaya rumah sakit hari itu, dan memberitahu Xiao Yii, depositnya sudah hampir habis.
“Saya ada, kurang berapa, biar saya yang bayar,” kata pria sambil mengambil rinciannya, dan ketika mau keluar bersama suster untuk membayar deposit.
“Tidak perlu, saya masih punya.”kata Xiao Yii sambil mengambil beberapa kartu kreditnya, pakai kartu saya,”kata Xiao Yii
“Xiao Yii, bisa gak jangan memaksakan diri!”kata pria itu mulai marah, “Opname tidak memberitahu, tidak punya biaya juga tidak memberitahuku. Ditelepon tidak diangkat. Kalau bukan aku yang telepon ke asrama, sampai sekarang aku tidak pernah tahu kamu opname di rumah sakit. Dan sekarang juga tidak memberitahu saya mengapa harus opname segala, apa yang terjadi sebenarnya.”
“Aku baik-baik saja!” kata Xiao Yii dengan datar.
“Kalau tidak apa-apa, lalu kenapa harus operasi? Apa kamu hamil ?”tanya si pria.
“Kamu menggugurkan anak itu tanpa memberitahuku ya? Aku kan sudah bilang, aku tidak punya anak bersama isteriku, dan aku suka anak-anak. Kalau kamu bisa memberiku anak, aku pasti akan menceraikan isteriku dan menikah denganmu! kata si pria berapi-api.
“Ini kehamilan ektopik. Untung cepat diketahui, kalau tidak aku sudah mati,”kata Xiao Yii.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-tribun-sumsel_20170928_210211.jpg)