Senin, 1 September 2025

Siswa Kelas 6 SD Ini Sudah Jago Bikin Game Edukasi, Ikut Lomba, Masuk Grand Final Termuda

Rifqi Ardiansyah patut disebut programmer cilik. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, dia telah membuat aplikasi permainan berbasis Android

Editor: Sugiyarto
tribun jateng/dhian adi putranto
Rifqi menunjukkan game edukasi AR Transportasi ciptaannya, Kamis (26/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Muhammad Rifqi Ardiansyah patut disebut programmer cilik.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, dia telah membuat aplikasi permainan berbasis Android. Yang mengagumkan, aplikasi tersebut berfitur Augment Reality (AR).

Rifqi merupakan siswi kelas 6 SD Negeri Kandang Sapi 02 Pasuruan, Jawa Timur.

Dia datang ke Semarang, Kamis (26/10/2017), untuk mengikuti Grand Final Lomba Mobile Kihajar 2017 yang digelar di Hotel Pandanaran, Senin (23/10/2017)-Rabu (25/10/2017).

Di lomba yang diadakan Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, aplikasi yang dibuat Rifqi lolos sebagai finalis kategori pelajar. Bahkan, dia menjadi peserta termuda yang lolos di grand final kompetisi tersebut.

"Saya bisa pemrograman membuat game ini diajari kakak," kata Rifqi saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis.

Setelah berlatih, Rifqi membuat permainan edukasi yang diberi nama AR Transportasi. Di aplikasi ini, ia memperkenalkan jenis-jenis transportasi di Indonesia.

Menggunakan teknologi AR, pengguna hanya butuh menyorotkan kamera telepon seluler (ponsel) ke gambar yang telah disiapkan.

Selanjutnya, di layar ponsel akan tampil transportasi secara detail berbentuk animasi tiga dimensi. Rifqi terlihat matang membuat aplikasi ini.

"Proses pengerjaannya dua bulan. Bahasa pemograman yang saya pakai untuk membuat aplikasi ini adalah C Sharp (C#)," ujarnya.

Deni Setiawan, kakak Rifqi, mengungkapkan, ide membuat aplikasi game tersebut berawal dari kegemaran sang adik bermain komputer dan gadget.

Tak ingin sang adik mendapatkan pengaruh buruk, Deni yang juga mengajar di sekolah tempat Rifqi belajar, mendorong agar Rifqi belajar pemrograman.

"Kerjaanya di rumah main game. Terus, saya tantang membuat game. 'Dek mau tidak buat game, nanti saya daftar lomba ini!' Dan, dianya mau," ujarnya.

Ia menjelaskan, hampir semua proses pembuatan aplikasi itu adiknyalah yang membuat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan