Minggu, 31 Agustus 2025

Cerita Penjaga Kamar Mayat RSMH Palembang, Setiap Malam 'Diganggu' hingga Tak Lelap Tidur

Dalam kurun waktu yang cukup lama itu, Agus pun sudah biasa melihat jenazah dengan berbagai kondisi fisik dan dia pun mengaku tak takut lagi.

Editor: Dewi Agustina
Sriwijaya Post/Panji Maulana
Agus Sapran, portir jenazah sekaligus perawat jenazah di Kamar Mayat RS Moehammad Hoesin Palembang. SRIWIJAYA POST/PANJI MAULANA 

Sebab kematian pun berbeda-beda ada yang meninggal karena sakit, ada pula yang karena pembunuhan dan kecelakaan.

Dalam menjalankan tugasnya ini, Agus mengatakan banyak kejadian yang ia alami sejak bekerja disini.

Banyak hal-hal mistis yang ia rasakan sendiri akan kehadiran beberapa penghuni lain yang ikut tinggal di kamar mayat tersebut.

"Dulu, pas waktu pertama kali tugas disini hampir setiap malam ada saja yang mengganggu saya, seperti lampu yang berkedap-kedip, pintu yang menutup sendiri serta beberapa barang yang beterbangan tepat di depan mata saya," ujar Agus.

Tak hanya itu, setiap kali akan beristirahat pun, bayangan-bayangan jenazah yang dirawatnya pun seolah-olah menghampirinya tatkala dirinya ingin beristirahat.

Baca: Istri Pertama Ditangkap Polisi, Akankah Wakil Ketua DPRD Bali Komang Swastika Menyerahkan Diri?

Itulah yang membuatnya memilih untuk selalu terjaga saat malam tiba.

"Kalau mau tidur pasti terbayang, kalau lagi istirahat pun tetap terbayang seolah-olah seperti ada yang mengikukti saya kemana saja. Karena itu saya memilih untuk selalu terjaga setiap malamnya sampai pagi tiba," ujar Agus.

Bahkan ada juga berapa kali seperti ada wanita yang juga ikut tidur.

Tapi pas ditoleh tidak ada lagi.

Agus yang kala itu ikut dalam proses perawatan beberapa jenazah yang mengalami luka parah seperti korban kecelakaan, ada juga beberapa bagian tubuh yang terpisah, organ dalam yang keluar dan lainnya.

Setelah proses penjahitan selesai, terkadang mimpi bayangan beberapa jenazah yang mendatanginya.

"Waktu itu kan pernah ada jenazah yang mengalami kecelakaan parah yang diharuskan untuk dijahit agar wajah dan anggota tubuh lainnya tetap menyatu, setelah proses penjahitan selesai malamnya jenazah tersebut datang ke mimpi saya bilang kalau masih ada darah yang keluar dari jahitan tersebut dan tidak menutup semua lukanya," ujar Agus.

Sontak Agus pun terbangun dan merasa kebingungan dengan apa yang telah ia lakukan pada saat proses penjahitan sebelumnya.

Ia pun mengingat pesan jenazah tersebut untuk lebih berhati-hati lagi kedepannya dalam proses penjahitan dan perawatan jenazah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan