Kamis, 8 Januari 2026

Banjir dan Longsor

Terendam Banjir, Beberapa Sekolah di Gunungkidul Terpaksa Diliburkan

Akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah mengakibatkan beberapa sekolah terendam banjir dan akses jalan terputus.

Editor: Sugiyarto
Surya/Surya
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah mengakibatkan beberapa sekolah terendam banjir dan akses jalan terputus.

Untuk itu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul meliburkan seluruh sekolah mulai kemarin, Rabu (29/11/2017).

Baca: PT KAI Sering Kehilangan Bantalan Rel Kereta Api, Pencurinya Tertangkap Basah

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan karena situasi masyarakat yang masih panik dengan adanya sejumlah bencana, maka pihaknya menerbitkan surat edaran agar seluruh sekolah diliburkan. 

“Situasi masyarakat panik, ada sebagian sekolah yang tergenang air. Dan meskipun sebagian besar sekolah tidak tergenang, tetapi jalan menuju sekolah banyak yang terputus,” kata dia.

Dengan situasi tersebut tentunya membuat murid dan orangtua tidak nyaman dan semakin was-was jika tidak diliburkan.

Baca: Punya Nama Aneh, Tahanan PBB Tak Canggung Berteman

Terlebih banyak juga warga yang masih tinggal di pengungsian, oleh sebab itu agar suasana nyaman, maka seluruh sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA diminta untuk libur.

Intensitas hujan tinggi pada Selasa (28/11/2017) membuat beberapa sekolah seperti SMPN 1 Tanjungsari; SMPN 3 Saptosari; SMPN 3 Semanu; SMKN 1 Pelayaran Tanjungsari; SDN Tegalrejo; SDN Gabugan; SDN Tileng 2; SDN 1 Songbanyu terendam air.

Namun pada Kamis (29/11/2017) pagi hujan mulai berhenti dan di sebagian sekolah air mulai surut.

Kecuali di tiga SMP dan satu SMK yang terdampak banjir cukup parah. 

“Situasinya akan kami evaluasi terus, harapannya hari ini (30/11/2017) sudah mulai bisa masuk sekolah. Kecuali di sekolah yang terdampak parah kemungkinan masih kami liburkan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjungsari Sudiyarto mengatakan, banjir di SMKN Tanjungsari bukan yang bertama kali karena sudah sering menjadi langganan.

Sebelum banjir kali ini, peristiwa terakhir terjadi di 2016 lalu. 

“Saat itu kami kerugian mencapai miliaran rupiah. Tapi untuk sekarang bisa dikurangi karena sudah melakukan berbagai antisipasi. Jadi untuk kerugian banjir kali ini lebih sedikit dari tahun yang lalu,” ujarnya.

Meski telah melakukan antisipasi, tetapi untuk sejumlah arsip masih banyak yang tertinggal di dalam ruangan dan hampir terendam banjir.

Untuk itu pihaknya bergegas langsung melakukan evakuasi sejumlah dokumen dan arsip penting.

"Dengan situasi tersebut maka kegiatan belajar mengajar belum memungkinkan. “Untuk sementara sekolah kami liburkan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved