Rabu, 15 April 2026

Tiga Pelajar SMP Mabuk dan Bawa Senjata Tajam Terjaring Razia Polisi

Tiga pelajar SMP terjaring razia dalam razia tim gabungan Polrestabes Surabaya di Jl Raya Gubeng, Minggu (3/12/2017) dini hari.

Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Dewi Agustina
Surya/Fatkul Alamy
Ketiga pelajar yang terjaring razia tim gabungan Polrestabes Surabaya, Minggu (3/12/2017) dini hari. SURYA/FATKUL ALAMY 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tiga pelajar SMP terjaring razia dalam razia tim gabungan Polrestabes Surabaya di Jl Raya Gubeng, Minggu (3/12/2017) dini hari.

Ketiga pelajar yang kena razia dan diamankan polisi, yakni Yus (14), FSL (14) dan RN (14).

Ketiga pelajar asal Jl Segaran Surabaya yang masih duduk di kelas 7 itu diamankan, lantaran kedapatan usai menenggak miras dan membawa senjata tajam yang terbuat dari gir sepeda motor.

Yus, salah satu dari tiga pelajar mengaku, senjata tajam yang diselempangkan di pinggangnya itu tak disiapkan untuk berbuat jahat.

"Hanya dipakai sebagai ikat pinggang saja," aku Yus, pelajar SMP swasta di Surabaya ini, Minggu (3/12/2017).

Baca: Lima Masjid di Kota Malang Sempat Terindikasi Tempat Berkembangnya Paham Radikal

Kendati mengatakan tidak untuk berbuat kejahatan, ketiga pelajar tetap digelandang petugas dan dibawa ke Mapolsek Gubeng guna diperiksa secara intensif.

Nantinya orang tua dari ketiganya akan dipanggil menjemput mereka dan membuat surat pernyataan.

Selain mengamankan tiga pelajar, dalam razia yang dimulai pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB itu, polisi juga memeriksa semua kendaraan baik roda dua ataupun empat yang melintas.

Pengendara diperiksa kelengkapan surat-suratnya.

Sedikitnya petugas menindak puluhan pelanggar lalu lintas. Rinciannya, tanpa dilengkapi
SIM ada 20 pelanggar, tanpa STNK ada 62 pelanggar, dan 7 motor dan satu mobil tanpa dilengkapi suara sama sekali.

Baca: Satiman Terkubur Diduga Hendak Mengambil Perhiasan di Dalam Rumah

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Ronni Faisal Fathon yang memimpin razia menjelaskan, razia cipta kondisi secara serentak ini dilakukan sebagai antisipasi situasi Kota Surabaya agar aman dari gangguan-gangguan kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor).

Disamping itu, kata Ronni, razia ini juga guna mengantisipasi dari aksi balap liar. Termasuk tiga pelajar yang diamankan itu diduga akan mengikuti balapan liar.

"Kami akan periksa ketiga pelajar itu secara intensif, untuk apa mereka membawa benda senjata tajam yang dapat membahayakan orang lain," kata Ronni.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved