Mengharukan, Kisah Warga Magelang yang Terusir dari Tanah Kelahirannya
"Saya hanya keturunan Belanda. Tapi mengapa saya diusir dari tanah kelahiran saya Indonesia?"
Dia dibantu seorang pencinta sejarah Kota Magelang, Bagus Priyana, yang ternyata juga tinggal di kawasan tersebut.
"Berhari-hari saya berjalan ditemani Bagus, menyusuri gang-gang kampung. Semuanya sudah berubah, banyak bangunan baru, jalan-jalan sudah berbeda. Kami bertanya-tanya sama orang sampai kami akhirnya menemukan rumah itu," kisahnya.
Kenangan masa kecilnya terus menari-menari di otaknya ketika Yvone menemukan rumahnya yang kini sudah dimiliki orang lain.
Dia masih ingat, tangga kecil di dekat rumah itu terdapat banyak tanaman bunga, pohon jeruk nipis, dan sebagainya.
"Saya nangis, saya kayak orang gila! ingat waktu kecil di rumah itu saya sama Oma. Dulu masih terbuat dari gedek (anyaman bambu), ada pohon jeruk nipis, banyak tanaman di situ. Lalu ada sungai kecil, ada tangga, masih kelihatan sedikit," ceritanya.
Jika boleh memilih, Yvone ingin menghabiskan sisa hidupnya di Kota Magelang. Dia merasa kampung inilah rumahnya sebenarnya. Dia bahagia berada di lingkungan, dengan makanan dan serta aktivitas yang sederhana.
"Maunya saya habiskan masa tua di sini saja, hidup apa adanya, sederhana. Tapi enggak boleh sama anak dan cucu-cucu yang di Belanda," paparnya.
Bagus Priyana, pencinta sejarah Kota Magelang, menuturkan, kisah Yvone sangat menarik perhatiannya sampai dirinya bersedia membantu mencari rumah masa kecil Yvone.
Menurut Bagus, Yvone adalah saksi hidup sejarah perang kemerdekaan Indonesia, khususnya di Kota Magelang.
"Oma Yvone ini kisahnya sangat menarik, bagaimana beliau diusir dari tanah kelahirannya, terpisah dengan keluarga sampai dipertemukan lagi puluhan tahun kemudian dengan keluarganya," tutur Bagus.
Bagus pun merasa bangga sekaligus terharu bisa membantu wanita lanjut usia itu menemukan rumah masa kecilnya.
Kota Magelang memang menyimpan sejarah ketika Belanda menduduki Indonesia. Terbukti masih banyak ditemukan jejak-jejak kolonial tersebar di kota ini, seperti rumah-rumah Belanda, bangunan irigasi, sekolah, makam, hingga bangunan penampung air raksasa, water torn, yang kini masih berfungsi dan menjadi ikon Kota Magelang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yvone-kiri-dan-adiknya-saat-ditemui-di-losmanan-kota-magelang_20180218_185425.jpg)