Di Tuban, Jokowi Tegur Seorang Ibu yang Kampanyekan Dirinya
Ia mengaku, dalam bertani minimal lahan yang digarap yaitu 2 hektar, tetapi yang diberikan pemerintah hanya 1 hektar.
TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Presiden Joko Widodo menegur salah satu warga yang mencoba mengkampanyekan dirinya, saat acara penyerahan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Tuban, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018).
Satu warga yang berasal dari Blitar itu dan tidak diketahui namanya, pertama-tama mengeluhkan kurangnya lahan perhutanan sosial yang diberikan oleh pemerintah.
Ia mengaku, dalam bertani minimal lahan yang digarap yaitu 2 hektar, tetapi yang diberikan pemerintah hanya 1 hektar.
"Ibu masih kurang? Alasannya apa," tanya Jokowi.
"Iya pak, biasanya minimal 2 hektar untuk satu KK (kartu keluarga), karena kebutuhan semakin banyak," jawab ibu tersebut.
Meskipun dirasa kurang, namun ibu tersebut mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintah, khususnya presiden, bersedia memberikan lahan untuk digarap masyarakat.
"Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada bapak Jokowi karena kerja keras kami bertahun-tahun sampai jalan ke Jakarta, hasilnya janji-janji (pemerintahan sebelumnya), kalau Pak Jokowi memang oke," tutur ibu itu.
"Ibu ini mau kampanye kelihatannya," timpal Jokowi sembari mengingatkan ibu agar tidak mengkampanyekan dirinya.
"Saya sangat berterimakasih kepada bapak, beribu-ribu terimakasih, Ya Allah lindungilah Pak Jokowi," lanjut ibu tersebut.
"Ini hati-hati, bahaya ini, ibu jangan kampanye, di semperit nanti (saya)," kata Jokowi.
Setelah ditegur Jokowi, ibu tersebut langsung mengerti dan presiden melanjutkan sambutannya agar penerima lahan perhutanan sosial memanfaatkan secara benar.
"Nanti saya cek, dikerjakan apa enggak ini, jangan pikir saya tidak mengecek, nanti intelejen saya yang melihat," ujar Jokowi di sambut tepuk tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/joko-widodo-nih3_20180309_135403.jpg)