Kantor Satpol PP Digembok karena Hutang ke Warung Nasi Rp 60 Juta

Warga Aceh, khususnya Pidie Jaya pernah dihebohkan dengan kantor Satpol PP disegel pemilik rumah makan.

Facebook
Pemilik warung makan yang dihutangi Satpol PP Pidie Jaya hingga Rp 60 juta 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Aceh, khususnya Pidie Jaya pernah dihebohkan dengan kantor Satpol PP disegel pemilik rumah makan.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/3/2018) pagi.

Jelas saja membuat heboh, karena jumlah hutangnya tak main-main, yakni Rp 60 juta lebih.

Dikutip dari Serambinews.com, hutang yang ditanggung mencapai Rp 60.653.00 sejak 2016 dan 2017.

Muhammad Yuki selaku pemilik Rumah Makan (RM) Yuki Kecamatan Meureudu kepada Serambinews.com mengatakan hutang Rp 60.653.000 itu terhitung tak dibayar, yaitu, sejak 2016 dan 2017 lalu sampai kini tak kunjung dilunasi.

"Karena hutang tak kunjung dibayar saya berhak menggembok pintu kantor Satpol PP dan WH sejak Selasa (6/3/2018)," katanya.

Berbagai upaya diplomasi telah dilakukan dengan Kasatpol PP dan WH, M Thaib.

Namun upaya tersebut tak disahuti hingga sampai hari ini.

Kendati demikian, jika persoalan ini tidak ada titik temu, pihaknya tak segan-segan melaporkan ke jalur hukum.

Diakui Yuki, untuk menutupi operasional warung nasinya selama ini dirinya terpaksa melakukan tindakan hutang kepada pihak lain guna menjalankan roda usaha untuk menghidupi keluarganya.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved