Lansia di Cirebon Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis Mantan Caleg, Korban Diancam
Fandy mengungkapkan, ayahnya ternyata mengenal sosok terduga pelaku dan bahkan pernah bekerja sama dalam urusan politik.
Ringkasan Berita:
- Pria lansia di Cirebon diduga menjadi korban pencabulan sesama jenis oleh mantan caleg setempat.
- Korban mengaku mengalami ancaman penyebaran video pribadi sehingga takut melapor selama dua tahun terakhir.
- Keluarga korban akhirnya melapor polisi setelah foto dan video pribadi korban tersebar melalui WhatsApp setempat.
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON- Seorang pria lanjut usia (Lansia) berusia 64 tahun diduga menjadi korba pencabulan sesama jenis oleh mantan calon anggota legislatif (Caleg) di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Korban disebut mengalami intimidasi dan ancaman penyebaran video tak senonoh sebelum akhirnya berani melapor ke polisi.
Kasus tersebut diungkap kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia, saat berbincang dengan media, Jumat (29/5/2026).
Reza mengatakan, pihaknya membantu korban membuat laporan polisi ke Polres Cirebon Kota terkait dugaan pencabulan yang diduga dilakukan mantan caleg berinisial H.
Berlangsung 2 Tahun
Menurut dia, dugaan pencabulan tersebut bukan terjadi satu kali.
Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa itu disebut sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun lalu dan terjadi di beberapa lokasi berbeda.
“Jadi memang kejadiannya itu sudah dari dua tahun yang lalu dan beberapa kali,” ucapnya.
Reza menyebut, aksi dugaan pencabulan itu dilakukan di sejumlah hotel di wilayah Kota Cirebon.
“Kejadiannya di beberapa hotel di Kota Cirebon. Pindah-pindah tempat,” jelas dia.
Tak hanya diduga melakukan pencabulan, H juga disebut memiliki peran lain yang membuat korban terus berada dalam tekanan.
menurut Reza, terduga pelaku diduga merekam hingga menyebarkan video korban.
Baca juga: Calon Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap Jadi Tersangka Pencabulan Sesama Jenis
“Perannya itu sebagai yang membuat video juga, yang menyebarkan video juga, pelaku juga. Jadi komplit perannya,” katanya.
Video dan foto tersebut, lanjut Reza, diduga disebarkan kepada sejumlah rekan dekat pelaku yang masih berada dalam lingkungan pertemanannya.
“Disebarkan ke temannya yang lain-lain lagi yang kemungkinan besar akan diajak lagi oleh si pelaku itu,” ujarnya.
Korban pun disebut sempat diancam agar menuruti kemauan pelaku.