Lewat KSP Mendengar, Masyarakat Lingga Titip Aspirasi Untuk Presiden
Landasan pacu bandar udara Dabo Singkep sepanjang 1.300 meter itu, hanya mampu didarati pesawat kecil, seperti Susi Air
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -– Kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ke Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), belum lama ini, menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh masyarakat negeri “Bunda Tanah Melayu” itu.
Melalui acara "KSP Mendengar" yang dikemas dalam bentuk ramah – tamah di Gedung Nasional di Dabo Singkep itu, masyarakat Lingga mencurahkan aspirasinya yang sudah terpendam selama bertahun – tahun.
“Ya, dalam acara KSP Mendengar itu, ada dua poin aspirasi masyarakat Lingga yang dititipkan kepada pak Moeldoko untuk disampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo. Kedua poin aspirasi itu, adalah perpanjangan landasan pacu bandar udara Dabo Singkep dan pemanfaatan air terjun Jelutung untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Pulau Batam dan Bintan,” ungkap Bupati Lingga, Alias Wello, Kamis (24/5/2018).
Menurut dia, landasan pacu bandar udara Dabo Singkep sepanjang 1.300 meter itu, hanya mampu didarati pesawat kecil, seperti Susi Air. Hal inilah yang diyakini masyarakat menjadi salah satu penghambat laju pertumbuhan ekonomi Lingga dibandingkan dengan daerah tetangga, seperti Batam, Tanjungpinang dan Bintan.
“Kalau kita bicara soal potensi sumber daya alam, semua ada Lingga. Ada cadangan tambang mineral yang luar biasa, seperti Timah, Bauksit, Batu Granit, Pasir Kuarsa dan Pasir Bangunan. Ada sejumlah air terjun yang mengalir sepanjang tahun. Ada lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan budidaya perikanan yang terbentang cukup luas dan tersebar di sejumlah pulau kecil dan pulau besar. Belum lagi potensi wisatanya,” bebernya.
Semua potensi sumber daya alam tersebut, jelas Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini, belum terkelola secara maksimal karena kendala transportasi yang belum memadai. Kabupaten Lingga yang memiliki 604 pulau, hanya mengandalkan transportasi laut untuk menjangkau Daik Lingga, sebagai ibukota kabupaten yang berbatasan langsung Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi dan Kota Batam itu.
“Secara geografis, posisi Lingga juga cukup strategis. Meski tak berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, tapi jaraknya cukup dekat. Kita punya sejarah panjang bagaimana Kerajaan Riau – Lingga – Johor – Pahang, berpusat di Daik Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu. Jadi, bukan hal yang mustahil bagi Lingga untuk berkembang seperti Batam dan Bintan yang cukup maju dari sektor pariwisatanya,” katanya.
Terkait mengenai pemanfaatan Air Terjun Jelutung untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Pulau Batam dan Bintan, Awe mengaku sudah punya hitung – hitungannya yang melibatkan sejumlah pakar dan ahli di bidangnya, baik melalui survey lapangan, kajian dan Focus Group Discussion (FGD).
“Kami sudah punya hitung – hitungannya. Debit air terjun Jelutung itu, mencapai 6.000 liter per detik. Sementara Batam hanya butuh 3.250 liter per detik. Jadi, tak perlu lagi bangun waduk yang membutuhkan lahan yang luas. Cukup dengan sistem pipanisasi bawah laut dengan panjang sekitar 100 kilometer. Hasil uji mutu yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan kualitas air terjun Jelutung cukup bagus dan bisa langsung diminum karena kandungan TDS-nya (Total Dissolved Solid) hanya di angka tiga,” katanya.
Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Lingga yang begitu antusias. Kunjungan mantan Panglima TNI itu ke Kabupaten Lingga, bukanlah yang pertama. Pada tahun 2017 lalu, Ia pernah berkunjung ke Lingga dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
"Insya Allah, aspirasi masyarakat Lingga ini akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden. Sesuai Tupoksinya, KSP itu membantu penyelesaian percepatan program - program prioritas nasional, serta mengelola informasi strategis dalam rangka mendukung pengambilan keputusan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepala-staf-kepresidenan-ri-jenderal-tni-purn-moeldoko-bupati-lingga-alias-wello_20180524_110253.jpg)