Siswi Baru Lulus SMP Ditemukan Tewas Tergantung Di Kamar Indekos

"Soal itu, orangtuanya sudah berusaha menenangkannya. Orangtuanya meminta EPA agar melanjutkan SMA di Srengat,"

Siswi Baru Lulus SMP Ditemukan Tewas Tergantung Di Kamar Indekos
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi gantung diri. 

Mariani pun berangkat membelikan nasi di warung.

Baca: Hasilkan Generasi Internet Positif Menggunakan Deco M5

Mariani agak lama mencari nasi karena kebanyakan warung tutup pada siang hari saat Ramadan.

Setelah dapat nasi, Mariani kembali ke kamar kos.

Sesampai di kamar kos, Mariani terkejut melihat tubuh anak asuhnya menggantung di pintu kamar kos.

"Saya tidak melihat tanda-tanda aneh pada diri EPA saat berangkat membelikan nasi untuknya. Saya memang agak lama membeli nasi karena banyak warung yang tutup," kata Mariani.

Mariani tidak tahu persis apa motif yang membuat anak asuhnya nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Tetapi, belakangan, EPA memang agak kecewa karena khawatir tidak bisa masuk di salah satu SMA negeri favorit di Kota Blitar.

Sebab, sistem penerimaan siswa baru SMA di Kota Blitar menggunakan sistem zonasi.

Sistem zonasi ini memang memprioritaskan anak yang berdomisili di Kota Blitar.

Sedangkan domisili EPA masih ikut orangtuanya di Kelurahan/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

"Soal itu, orangtuanya sudah berusaha menenangkannya. Orangtuanya meminta EPA agar melanjutkan SMA di Srengat," ujar Mariani.

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved