Tewas Penuh Luka, Santri di Malang Ini Diduga Salah Menumpang Orang
Ahmad mengatakan, MST sempat meninggal pesan tertulis kepada rekannya sebelum meninggalkan pondok.
Dan korban juga sempat bercerita kalau ingin mondok di Madura.
"Korban itu pendiam di mata keluarga. Makanya kami heran juga mengapa korban sampai terluka dan meninggal dunia," tutur Abdul Kholik.
Disambangi Sang Ayah
Pada Minggu (8/7/2018) sore, dia sempat disambangi ayahnya, Ahmad Toha, (37).
Kapolsek Pakis, AKP Hartono mengatakan, korban sempat keluar, Minggu (8/7/2018) malam setelah dijenguk sang ayah. Korban tidak pamitan saat keluar pondok.
“Setelah disambangi, ternyata korban Minggu malam, sekira pukul 21.00 WIB, pergi keluar dari pondok tanpa pamitan kepada pengasuh. Dia pergi berjalan kaki dari Bumiayu ke Pakis. Senin dini hari, dia ditemukan warga dalam kondisi luka,” jelas Hartono.
Polisi masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini diduga penganiayaan yang menyebabkan kematian.
“Masih dalam penyelidikan, untuk penyebab kematian juga diselidiki. Tapi, dari visum fisik, ada beberapa bekas luka, di kaki, tangan, serta satu luka di area dada,” jelas Hartono. (Benni Indo)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Santri Malang yang Tewas Diduga Dianiaya Sempat Lakukan Ini Bareng Temannya, 'Seperti Mimpi Saja!',
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tewas_20180528_111729.jpg)